AtomicEssay

AES195 Efikasi DIri

leoamuristpenulis arsip2

Satu orang terlalu arogan, sedikit kesalahan jadi bahan ledekan. Yang ketika diceritakan kepada lingkungan, tak sempat pendengar menarik napas untuk berbicara. Karena semua kata dilahap arogansi yang berbusa-busa.

Satu orang lagi terlalu angkuh, semua diiyakan katanya dan ditidakkan nyatanya. Yang ketika ditanya oleh lingkungan, ada saja alasannya yang beragam namun tak keluar dari seputaran tidak sempat lalu menunda kemudian lupa.

Satu junior bilang ini persoalan efikasi diri. Lebih dalam dari percaya diri, lebih terbuka untuk menerima bahwa respon lingkungan dan perkataan orang lain itu hal yang perlu diacuhkan. Bukan malah dicuekin, termakan iklan abaikan kata orang.

Padahal (hasil rangkuman dari wikipedia), efikasi diri adalah kepercayaan seseorang atas kemampuannya dalam menguasai situasi dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.

Adalah 1)hasil interaksi antara lingkungan eksternal, 2)mekanisme penyesuaian diri serta kemampuan personal, 3)pengalaman dan pendidikan.

Terbentuk oleh 1)pengalaman yang menetap, 2)pengalaman yang dirasakan, 3)pendapat orang lain, dan 4)keadaan psikologis.

Lalu yang angkuh, yang arogan, dan yang ikut-ikutan, protes bersamaan. Ah itu kan referensinya dari wikipedia, bukan dari jurnal tulisan resmi keluaran lembaga penelitian. Gak valid ah, sama kayak belajar dari yutub itu. (hmmm…)

Satu senior pun akhirnya angkat bicara. Iya, semua pendapat benar. Tinggal temukan kecocokan saja. Kebenaran itu cocok atau tidak di jalan ini. Karena yang di sini yang ada jalan ini. Apapun pendapatnya, begini lah realita di sini.

Maka, bijaksini lah. Bijaksana di sana saja. Kalau bijak di sini, sikap & tindakannya adalah 1)hadirkan pengalaman keberhasilan-keberhasilan kecil, yang seimbang antara pencapaian & pengorbanan, yang setara antara bicara & mendengar.

2)Luaskan wawasan dengan mencoba hal baru untuk menyelesaikan persoalan lama. Karena persoalan lama yang diselesaikan dengan cara lama, itu hanyalah bentuk kebuntuan karena kurang luasnya sudut pandang.

Lagipula, cara lama jelas tidak tidak berhasil kan. Buktinya, persoalan lama itu masih ada sampai sekarang. Daripada menghabiskan tenaga mengajarkan pola lama, bijak di sini lah untuk menciptakan pola baru.

Lalu yang angkuh, yang arogan, dan yang ikut-ikutan, protes bersamaan. Ah ini kan teorinya aja, gampang dikatakan, beda di lapangan itu. Gak akan bisa. Seumur-umur juga gak gini. Dimana-mana juga gitu. Gak jelas ah ini. Kerjain serabutan itu aja ah. (hmmm…)

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES513 Saksang Kapau, Kairos!

Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

leoamurist00
AtomicEssay

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat

Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

leoamurist00
AtomicEssay

AES511 Ākāra

Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…

leoamurist41