AtomicEssay

AES20 Berolahraga Di Bulan Puasa

Rizalk47penulis arsip2

Sore tadi aku memutuskan untuk berolahraga di Gor Pajajaran, tepatnya di trek khusus pelari. Perjalananku dari rumah tidak menggunakan kendaraan, namun aku berjalan kaki. Menarik sekali ketika aku berjalan kaki tadi, semua momen terekam begitu apik oleh kedua mataku, orang-orang nampak sibuk dengan dunianya sendiri, suasana puasa sungguh terasa, beberapa orang ada yang mengantri makanan untuk nanti dihidangkan ketika berbuka menjelang. Jalanan Bandung masih sama seperti biasa, ramai, dan trotoarnya sudah terlihat rapih tetapi beberapa tempat trotoar memiliki dwifungsi, berfungsi untuk pejalan kaki, juga berfungsi untuk parkir kendaraan, bahkan ada juga gerobak dagangan yang sepenuhnya menutup jalan trotoar, aku sebagai orang yang mempunyai akal, harus berjalan dipinggiran jalan raya, sembari berdoa semoga tidak ada kendaraan yang menyerempetku. 

Setibanya di GOR Pajajaran, disana sudah ada temanku menunggu, lalu kami pun memulai berlari, lumayan terasa lelah, kira-kira tadi aku berlari setengah jam entah berapa putaran aku pun lupa. Dan selain aku dan temanku, banyak sekali orang-orang yang antusias berlari, memelihara kesehatan ketika menjalankan ibadah puasa. Sungguh sangat menarik pikirku, tidak ada alasan untuk tidak berolahraga. 

Setelah berolahraga, kami mencari takjil, kami berjalan ke gang, dan aku membeli sop buah, temanku membeli gorengan, dan dua botol air putih. Setelah mencari takjil kami pun berdiam diri di pinggiran trek yang permukaannya cukup tinggi dari trek lari. Aku melihat awan yang sungguh sangat cerah hari ini, tumben tidak hujan, karena beberapa hari kebelakang hujan sangat sering turun di kota Bandung. Kami menunggu adzan magrib berkumandang, hidangan-hidangan yang telah dibeli, kami pandangi, dan diselingi obrolan-obrolan ringan tentang update kehidupan kita. 

Aku sangat bersyukur untuk hari ini, dan catatan ini akan menutup hariku yang bagiku mengesankan. Dan mungkin aku harus mulai berpikir seperti itu bahwa setiap hari itu adalah berkah dari Tuhan, bukan untuk kita buang begitu saja, tetapi dimanfaatkan dengan hati yang lapang. 

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES 052 Last Dance

Judulnya memang terdengar sangat sinematik ya, hahaha. Tapi entah kenapa judul itu tiba-tiba terlintas di kepalaku. Tahu tidak kapan aku memikirkannya? Saat bermain bebentengan bersama Teman Tuma dan orang tua mereka. Aura perpisahan sebenarnya tidak terlalu terasa. Namun entah kenapa, saat aku mel…

Rizalk4711
AtomicEssay

AES 051 Barangkali Memang Harus Seperti itu

Tidak terasa sudah hampir satu tahun Kak Rizal membersamai Teman Tuma. Segala bentuk rasa menemani isi hati Kak Rizal selama satu tahun belakangan ini. Kak Rizal jadi semakin tahu bagaimana menjadi manusia seutuhnya, meskipun sampai kapan pun rasanya manusia tidak akan pernah benar-benar genap. Sel…

Rizalk4770
AtomicEssay

AES050 Menjadi Petugas Upacara

(Gambar diambil dari kamera hapenya Kak Anzel) "Tidak pernah terpikirkan" Itulah kalimat yang pertama kali terlintas ketika aku mengetahui bahwa aku akan menjadi pemimpin upacara. Nampaknya, tanggal 17 Juli 2025 akan menjadi tanggal yang berkesan bagi diriku. Setelah libur panjang, tentu saja kami,…

Rizalk4740