AES210 Doa Syukur

Hari Jum'at adalah jadwal rutin kami tim LingKung untuk berkoordinasi. Walaupun Semi Palar sekolah kecil, kompleksitas kegiatan yang ada di dalamnya menuntut kami untuk terus berkoordinasi. Jadi seminggu sekali kami kumpul untuk mengatur dan merencanakan segala sesuatunya.
Kami juga mengatur tim Lingkung untuk bergantian memimpin koordinasi dan memoderasi, bersama dengan satu rekan LingKung lainnya yang bertugas mencatatkan notulensi. Tujuannya supaya kami juga membiasakan diri memimpin forum dan tidak hanya sekedar mengikuti jalannya pertemuan. Koordinasi Lingkung ini juga ruang kami membangun koneksi dan spirit kerja sama di antara kita tim Lingkung - yang memimpin tim kakak di jenjang masing-masing untuk menjalankan peran di kelompok masing-masing. Di lingkup yang lebih kecil, kakak-kakak bertugas memfasilitasi anak-anak di kelompok dan jenjangnya, supaya mengembangkan potensi diri semaksimal mungkin sesuai tahapannya saat ini. Di kesempatan ini juga kami berbagi cerita tentang proses dan dinamika yang terjadi di jenjang masing-masing, yang sama sekali tidak bisa teramati di dalam situasi bekerja jarak jauh seperti saat ini.
Di TP17 ini, seperti apa yang dijadikan materi pembekalan kakak-kakak adalah Be-DoBeDoBeDo. Silakan klik tautannya untuk membaca lebih lanjut tentang apa itu DoBeDoBeDo. Sederhananya adalah tentang menyeimbangkan dua hal penting dalam hidup, yaitu Doing dan Being. Jadi sebelum memulai Koordinasi, kami membiasakan diri untuk melakukan waktu hening dan kemudian melanjutkan dengan doa. Hari ini kak Diki yang membuka pertemuan, memimpin waktu hening dan membawakan doa...
Bagi saya kata-kata pembuka yang dibawakan kak Diki, walaupun sederhana, sangat menyentuh. Begini doanya, "Tuhan yang maha baik, terima kasih kami kau beri kesempatan untuk bangun, membuka mata dan menyapa orang-orang terdekat kami." Kurang lebih seperti itu. Sangat sederhana ya, tapi justru hal itu sering kita lewatkan. Bahwa kita dianugerahi Tuhan kesempatan untuk menjalani hidup satu hari lagi, bangun di pagi hari dan melihat bahwa orang-orang terdekat yang kita sayangi tidak kurang suatu apa. Saya pikir itu satu anugerah luar biasa yang harus banyak kita syukuri. Satu hari lagi kehidupan kita peroleh, kita baik-baik saja dan tidak berkekurangan, dengan demikian, kita bisa berbagi kebaikan.
Pagi tadi, saya disadarkan oleh hal itu, dan doa itu juga saya amini menjadi spirit kebaikan bagi tim Lingkung yang mudah-mudahan dibawa lebih jauh kepada siapapun yang berinteraksi dengan tim Lingkung di sepanjang hari ini. Sore ini saya menuliskan esai saya dengan rasa syukur. Terima kasih kak Diki atas doa syukur yang bagi saya sangat bermakna. Tulisan ini saya niatkan juga dengan segala syukur atas kebaikan yang boleh kita terima, anugerah dari Tuhan Sang Maha Pencipta.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES963 Oh...
DIksi singkat ini, 'Oh', sedang saya upayakan menjadi diksi yang banyak saya gunakan. Kenapa? Karena diksi ini membantu saya menempatkan segala sesuatu yang terjadi sebagai netral, Kenapa perlu netral? Sejauh ini saya meyakini bahwa menempatkan segala sesuatu secara netral adalah cara ampuh untuk m…

AES961 Shaken To The Core...
Dalam perjalanan kehidupan, dari waktu ke waktu, manusia akan diajak melalui jalan yang gelap, terjal dan menantang. Mendapatkan pengalaman yang mengguncang keyakinan yang telah dibangun sekian lama. Sesuatu yang tidak diduga, tapi ya, hal ini terjadi, tidak dapat dihindari.Bahasa Inggrisnya mungki…

AES960 Berguru pada Garpu
Meminjam tajuk pertunjukkan musik Abah Iwan beberapa waktu lalu di Rongga Budaya, Dusun Bambu, pagi di Ngobras ke 3 TP22 terjadi peristiwa yang gambarnya saya tempatkan di atas ini. Konser Abah Iwan bertajuk Berguru pada Alam, karena ya begitulah apa yang beliau sampaikan / ekspresikan di dalam kon…

