AES210 Marah

Marah adalah amarah yang tidak tersalurkan.
Amarah yang tersalurkan membakar ekspektasi.
Tidak meledak, melainkan meluas menjadi visi.
Amarah yang tumpah, yang muntah, selalu berhasrat mengubah situasi.
Mungkin amarah itu energi perubahan.
Yang kalau tidak tersalurkan jadinya marah-marah.
Perubahan (transformasi) perlu selalu diawali dengan de(kon)struksi.
Tanpa terjebak repetisi destruksi melulu.
Yang berhenti sampai tahap destruksi bisa jadi indikator, kalau energinya tidak memiliki ruang penyaluran.
Ruang penyaluran perlu dibentuk lewat rutin, hingga menjadi bagian alam bawah sadar.
Baik lah amarah tidak keluar sebagai ocehan marah, melainkan tindakan yang membuka alternatif solusi. Inilah kemarahan yang tersusun menjadi jembatan, bukan tumpahan material bangunan dari atap proyek. Runtuhan brangkal.
Amarah adalah matriks dasar bagi gagasan (ide). Seperti api yang cepat menyala, pemanfaatannya tergantung ruang penyalurannya.
Kebiasaan adalah ruang penyaluran.
Marah adalah indikator bahwa ruang penyaluran kurang luas.
Meluaskan ruang bukan dengan meluaskan kebiasaan, malahan dengan membuat kebiasaan-kebiasaan baru.
Kebiasaan adalah dinding bagi ruang. Dinding itu bisa dibentuk manusia oleh kebebasannya.
Karena manusia adalah ruang.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES513 Saksang Kapau, Kairos!
Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat
Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

AES511 Ākāra
Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…
