AES215 Diam, tak usah Dengarkan

Diam tak usah dengarkan, yang tidak mendengarkan dan tidak diam itu. Karena mendengarkan yang tidak mendengarkan lalu diam, itu tidak diam yang diam. Diam yang menahan, bukanlah diam.
Diam tak usah dengarkan, yang tidak mendengarkan walaupun diam itu. Karena mendengarkan yang diam tidak mendengarkan lalu diam sehingga tidak ada apa-apa, itu tidak diam. Diam yang karena tidak ada apa-apa, bukanlah diam.
Diam tak usah dengarkan, adalah diam yang diam. Karena mendengarkan. Mendengarkan diam. Mendengarkan diamnya sendiri. Mendengarkan bagaimana ia diam. Karena diam adalah sikap. Bukan perilaku.
Perilaku diam tanpa sikap diam, bukanlah diam. Ini hanya tidak mendengarkan yang tidak diam. Ini pun hanya tidak mendengarkan yang walaupun diam. Keduanya bukanlah diam.
Sikap diam dengan perilaku diam, adalah diam. Sikap diam dengan perilaku tidak diam, adalah diam. Karena ini mendengarkan. Mendengarkan diam. Mendengarkan diamnya sendiri.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES513 Saksang Kapau, Kairos!
Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat
Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

AES511 Ākāra
Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…
