AtomicEssay

AES225 Tiba-tiba

leoamuristpenulis arsip2

Tidak ada yang tiba-tiba, kita saja yang kurang peka. Sudah melihat dari awal, sudah mendengar selama perjalanan, sudah menduga akibat akhirnya seperti apa. Masih saja menghabiskan waktu untuk menunggu pohon jeruk berbuah pepaya.

Tidak ada yang tiba-tiba, kita saja yang terlalu sensitif. Sudah melihat dari awal, sudah mendengar selama perjalanan, sudah mencium kemungkinan akhirnya seperti apa. Masih saja membuang waktu untuk menanti daun pandan berbunga mawar.

Tidak ada yang tiba-tiba, kita saja yang menutup hidung. Sudah menghirup aromanya dari awal, sudah merasa selama perjalanan, sudah melihat peluang akhirnya seperti apa. Masih saja menggunakan waktu untuk memoles daun daripada menggemburkan tanah.

Tidak ada yang tiba-tiba dari kebosanan dari terlalu sering menunggu pohon jeruk berbuah pepaya. Tidak ada yang tiba-tiba dari kemalasan untuk menanti daun pandan berbunga mawar. Tidak ada yang tiba-tiba dari kebuntuan oleh memoles daun satu persatu, pohonnya kaktus pula.

Tidak ada yang tiba-tiba dari pencerahan yang seketika. Dari awal sudah bertemu dengan kisah Sisipus, Prometeus, dan Ikarus. Tiga dari beratus-ratus pertanda sudah cukup menyiapkan diri menerima cahaya pemahaman yang terang sedetik barusan.

Kalau nambah sedetik lagi, mungkin perlu tau kisah Aesklipus, Minerva, dan Herkules. Nambah sedetik lagi biar tiga detik terangnya, bisa jadi perlu tahu kisah Sokrates, Diogenes, dan Pitagoras. Barat semua? Ada sih Zhuang Zi, Lao Zi, Kong Zi yang bisa nambah tiga detik sekaligus.

Hanya, ya itu tadi. Tidak ada yang tiba-tiba. Perlu perjalanan dulu baru bisa tiba. Bagaimana tiba, kalau berangkat saja tidak. Kalau, tiba-tiba adalah hasil akumulasi dari yang sudah-sudah. Akumulasi dari yang belum-belum, hasilnya apa ya?

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES513 Saksang Kapau, Kairos!

Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

leoamurist00
AtomicEssay

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat

Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

leoamurist00
AtomicEssay

AES511 Ākāra

Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…

leoamurist41