AES227 Sepelemparan Batu

Banyak yang mengintepretasi peran menjaga jarak secara beragam. Seperti intepretasi sepelemparan batu itu sejauh apa? Ada juga yang tidak mengintepretasi dan langsung menetapkan yang penting berjarak saja dan lepas tangan tidak ikut kena cipratan kain pel bersih-bersih meja makan setitikpun. Lepas tangan, seperti naik sepeda roda satu saja.
Peran menjaga jarak, bukan fungsi menjaga jarak. Kalau fungsinya menjaga jarak dan memenuhi fungsi menjaga jarak ini sih, jadinya tidak ada pengembangan. Peran menjaga jarak lah yang jadi kunci perkembangan. Menjaga jarak sejauh apa? Sejauh sepelemparan batu. Sepelemparan batu itu segimana, bisa sejauh-jauhnya bergantung kekuatan lempar.
Tidak. Tidak bergantung kekuatan lempar. Malahan bergantung kepada keyakinan lemparan. Maksudnya, ambillah batu dan tentukan sasaran yang dengan sekali lempar peluang mengenainya paling besar. Itulah jarak sepelemparan batu. Itulah peran menjaga jarak fasilitasi. Bukan soal kekuatan, justru soal kemampuan. Semampu apa melempar tepat sasaran.
Ambillah batu itu dan tentukan sasaran yang dengan sekali lempar, peluang mengenainya paling besar. Lempar batu itu dan kalau kena sasaran, berpindahlah ke titik itu untuk memenuhi peran menjaga jaraknya. Kalau belum kena sasaran, ulangi sesuaikan jarak lemparannya. Bukan malah menyuruh orang lain melempar batu ke sasaran itu sampai ada yang kena.
Karena peran fasilitasi yang bukan sekadar fungsi fasilitasi yang adalah sepelemparan batu itu maksudnya adalah, setelah batu mengenai sasaran dan kita berpindah ke titik itu. Kita membawa yang lain untuk melakukan hal yang serupa, dengan dasar demonstrasi bukan instruksi. Separah apapun lemparan batunya, ada karyanya yang bukan sekadar katanya.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES513 Saksang Kapau, Kairos!
Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat
Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

AES511 Ākāra
Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…
