AtomicEssay

AES232 Efek Samping

leoamuristpenulis arsip2

Sepertinya memang betul kalau kita begitu mengagungkan efek samping, sudah tiga dekade terakhir ini. Memang mungkin pada awalnya kita hanya berusaha memberikan yang terbaik, yang kemudian berkonsekuensi kita mendapatkan yang terbaik. Semenjak saat itulah, kita mengutamakan mendapatkan daripada memberikan.

Beberapa efek samping yang begitu kita inginkan, agungkan, dapatkan, paling tidak mendapatkan pengakuan akan terpenuhinya efek samping itu. Antara lain adalah kebersamaan, kekompakan, pemahaman, dan perubahan.

Kebersamaan adalah efek samping. Sifatnya adalah outcome bukan output. Kalau mengutamakan kebersamaan sebagai hasil akhir atau produk, berarti usaha yang dilakukan adalah untuk membersamakan. Prinsip kebersamaan bukan kesamaan pun terlanggar oleh tindakan, mengada-adakan kegiatan sambil menuntut semua merasakan hal yang sama.

Mengembalikan status kebersamaan kepada esensinya sebagai efek samping, maka hasil usaha yang perlu diupayakan adalah produk kesepakatan bersama. Misalnya, warung bersama, pos ronda komunitas, perpustakaan orang tua, dll. Sehingga energi terfokus memberikan yang terbaik untuk mewujudkan produk itu, kebersamaan lahir orientasi bersama.

Kalau soal kekompakan, iya itu pun efek samping. Kalau semua orang yang menganut orientasi yang sama itu, misalnya mendirikan warung kolektif, memberikan waktu dan fokus usaha atau barang tertentu secara total. Walaupun tidak seratus persen, hanya 5% saja. Totalitas di 5% itu saja. Dua puluh orang yang seperti itu sudah kompak berkarya 100%.

Pemahaman adalah efek samping dari totalitas lima persen tadi. Dalam mendirikan warung kolektif, misalkan yang bisa kita lakukan hanyalah membersihkan lantai dan jendela area warung setiap pagi selama sepuluh menit. Totalitas saja melakukan itu, bahkan ketika warung sudah beromzet milyaran pun terus lakukan.

Kita menjadi paham, kenapa orang senang membeli donat di waktu senggang sebelum jam makan siang. Pemahaman yang dari menghadiri kenyataan, bukan dari katanya katanya temennya temen yang kenalannya menerbitkan jurnal ilmiah mengapa orang senang membeli donat di waktu senggang sebelum jam makan siang.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES513 Saksang Kapau, Kairos!

Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

leoamurist00
AtomicEssay

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat

Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

leoamurist00
AtomicEssay

AES511 Ākāra

Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…

leoamurist41