AtomicEssay

AES233 Bertahan Hidup

leoamuristpenulis arsip2

Kata Marcus Aurelius kalau gak salah, atau kata Seneca ya? Hmm... Jangan-jangan Cicero yang ngomong. Yah siapapun yang bilang deh, katanya bertahan hidup saja sudah merupakan keberanian. Karena dalam stoicism ada empat pilar utama. Wisdom. Temperance. Justice. Courage.

Menyederhanakan. Wisdom lahir dari melepaskan pengetahuan yang selama ini kita pegang. Temperance adalah ketenangan tumbuh ketika kita merelakan kehilangan pengetahuan dan mendapatkan kebijaksanaan tadi. Justice yaa... soal sikap dan tindakan, kebijaksanaan kan dihayati bukan dikhayali jadi gerakkan badan lah.

Nah, keberanian yang menjadi langkah penutup siklus ini. Siklus yak, jadi setelah dari keberanian ya kembali lagi ke kebijaksanaan dengan keluasan dan kedalaman yang exceed. Keberanian yang tadi katanya bentukanya bertahan hidup ini sebenarnya tricky. Bertahan bukan sekadar bertahan.

Bertahan yang sekadar bertahan adalah bertahan pada kebiasaan, tidak mau melepaskan kebiasaan lama dan memaksakannya di ruang baru. Bertahan yang sekadar bertahan adalah bertahan pada cara pikir hitungan-hitungan, tidak mampu naik ke ranah cara berpikir sistem (dengan kesebelas prinsipnya itu).

Bertahan yang sekadar bertahan adalah bertahan pada harga diri dan pengakuan akan benarnya tindakan, tidak mau menyederhanakan sikap yang berdasar pada integritas. Bertahan yang seperti itu semua sih lebih cenderung kepada stagnan. Stagnan bisa dikatakan sebagai tidak hidup.

Seperti stagnan pada hitung-hitungan padahal satu langkah ke depan adalah pengorbanan. Seperti stagnan pada harga diri padahal satu langkah ke depan adalah integritas. Seperti stagnan pada kebiasaan dan pengulangan padahal satu langkah ke depan adalah mengambil tanggung jawab lebih.

Stagnan bisa dikatakan sebagai tidak hidup. Jadi, bertahan hidup yang seperti itu bukanlah keberanian. Karena, tidak ada bertahan hidup bagaimana bisa ada keberanian. Jangankan sampai pada bertahan, hidup saja tidak. Bagaimana bisa bertahan hidup, kalau hidup saja tidak (stagnan).

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES513 Saksang Kapau, Kairos!

Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

leoamurist00
AtomicEssay

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat

Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

leoamurist00
AtomicEssay

AES511 Ākāra

Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…

leoamurist41