AtomicEssay

AES236 Fakta dan Realita

leoamuristpenulis arsip2

Realita bukan fakta. Fakta bukan realita. Sering tertukar jadinya bingung ketemu bingung, jadi bengong. Masih lebih aman bengong ketemu bengong, jadinya diam. Kenapa yang bingung ketemu bingung gak lebih aman? Karena dari bengong ujungnya melindungi opini sendiri.

Perlindungan terkuat adalah serangan. Jadi melindungi opini diri dengan menyerang opini lain. Tidak melulu secara agresi, satir sinis pun, termasuk serangan. Semacam ocehan, "katanya dulu gitu koq sekarang gini sih!?" Dengan nada setara suara ban kendaraan selip saat di rem mendadak di aspal basah.

Katanya dulu gitu, adalah fakta. Sekarang gini sih, adalah realita. Keduanya berbeda dan keduanya sering disamakan, sehingga salah tempat adalah kewajaran. Walaupun wajar, bukan berarti benar. Salah kaprah juga demikian kan. Makanya, kalau ingin berkembang perlu di-benar-i. Bukan di-benar-kan.

Fakta berorientasi ke belakang. Realita berorientasi ke depan. Dari respon yang sama terhadap sekarang. Fakta sudah tidak bisa diapa-apakan, sekuat apapun satir sinis bahkan sarkas mengomentari dan mengocehinya. Realita masih bisa diapa-apakan, kalau mampu membebaskan diri dari fakta.

Contohnya semacam, sekarang ada keterlambatan. Kalau terjebak fakta, "kan dari awal sudah dibilangin (sambil mengungkit pesan teks informasi beberapa minggu lalu) koq jadi berubah gini sih sekarang. Gak mau ah, jadi cape nih berubah-ubah melulu. Iyain aja ya, dilakuin ogah banget. Gak konsisten ah."

Kalau membebaskan diri dari fakta, masuk kepada realita. "Baiklah, kalau begitu hal baru apa yang bisa dihadirkan untuk mengatasi persoalan lama yang berulang ini. Karena solusi lama untuk masalah lama hanyalah pengulangan belaka. Salurkan energi ocehan satir sinis sarkas kepada tindakan mengatasi situasi saat ini."

Nah! Catatan pertama ada pada tuntutan konsisten. Sepertinya kontradiktif, malahan ironis, kalau dalam usaha mengembangkan diri orientasinya stagnasi. Konsisten kan saudara kembarnya stagnan. Catatan kedua ada pada tindakan. Kalau tindakannya tidak membawa kebaruan, itu bukan tindakan. Itu konsistensi, eh stagnasi saja.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES513 Saksang Kapau, Kairos!

Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

leoamurist00
AtomicEssay

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat

Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

leoamurist00
AtomicEssay

AES511 Ākāra

Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…

leoamurist41