AES240 Tanaman&Tumbuhan

Tanaman mestilah tumbuhan. Tumbuhan tidak selalu tanaman. Yang tumbuh tidak selalu ditanam. Yang ditanam tidak melulu tumbuh.
Bedanya tanaman dengan tumbuhan, hanya soal ruang. Samanya tanaman dengan tumbuhan, hanya soal harapan. Hmm… Ruang dan Harapan.
Kalau ada tumbuhan liar, kita suka gatal me-ruang-kannya. Dengan definisi, dengan ekspektasi, dengan potensi, dengan refleksi, sampai proyeksi. Menjadikannya tanaman.
Setelah jadi tanaman, kita sibuk menumbuhkannya untuk memenuhi ekspektasi. Dengan definisi, dengan ekspektasi, dengan potensi, dengan refleksi, sampai proyeksi.
Harapannya kelupaan. Hope isn’t expectation, is it? Bagaimana ya mengembalikan harapan pada harapan dan keinginan pada keinginan?
Mungkin melalui membedakan antara tanaman dengan tumbuhan. Antara menanam dengan menumbuhkan. Antara tertanam dengan bertumbuh.
Bukankah kesadaran hanyalah soal antara. Antara yang iya dengan yang bukan, adalah jeda yang bersebutan kesadaran.
Sadar yang aku dan bukan aku, untuk mencapai kesadaran akan kesatuan. Seperti menyadari tangan ketika menyentuh duri tumbuhan/tanaman mimosa pudica.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 514 Apa Yang Perlu Saya Lakukan?
Adalah pertanyaan yang lagi sering saya dengarkan berseliweran di udara, ini dapat jadi salah satu indikator ketakutan . Takut salah, misalnya. Bahkan dengan kemampuan sebesar apapun dan keterampilan semahir apapun, akan batal oleh ketakutan berbuat salah ini. Mirisnya, salah yang terjadi pun bisa…

AES513 Saksang Kapau, Kairos!
Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat
Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

