AtomicEssay

AES250 Aku Ingin Belajar Apa

leoamuristpenulis arsip2

Terlalu sering belajar soal kenapa, malah jadi gak bisa apa-apa. Mulai mempersoalkan siapa, semakin tidak jadi apa-apa.

Karena keduanya, kenapa dan siapa itu terlalu sering dilihat sebagai kesatuan saja. Padahal kesatuan itu tidak hanya saja.

Ada keterpisahan yang tersatukan. Kalau tidak ada keterpisahan, tidak ada kesatuan. Karena pisah saja tak mampu, apalagi bersatu.

Kenapa, bersatunya kena dengan apa. Siapa, bersatunya si dengan apa. Kena apa? Si apa? Keduanya berunsur apa.

Makanya, aku ingin belajar apa. Karena semuanya dimulai dari si apa, diakhiri dengan kena apa, disatukan oleh bagaimana.

Itulah alur kerja. Sedangkan alur pikir mulai dari kena apa, melalui bagaimana, barulah menjadi si apa.

Kalau berpikir adalah bekerja, alurnya seperti apa? Hmm… mungkin, dimulai dari apa dan diakhiri dengan apa, disatukan oleh bagaimana.

Kenapa nya mana? Gak ada! Bukankah why itu tidak pernah ada secara konkrit. Yang riil kan what nya ini.

Seperti
Why? Because it’s your duty.
What? Periodical reporting.
Mana? Iya ada udah jadi koq hanya masih di simpan di lemari, nanti diambil ya.
Oh, berarti ga ada.

Sekarang, yang ada ya ada. Yang ga ada, gak ada.
Apapun alasan (kenapa) nya.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES513 Saksang Kapau, Kairos!

Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

leoamurist00
AtomicEssay

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat

Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

leoamurist00
AtomicEssay

AES511 Ākāra

Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…

leoamurist41