AES251 Mandiri?

Lawan dari manja bukanlah mandiri, justru adalah tidak berdaya. Kemandirian ada di antara keduanya itu. Pertemuan antara vulnerability dengan durability.
Ada kesediaan untuk menjadi rentan dengan menyadari batasan cakupan dan capaian diri. Sehingga tidak manja yang sibuk menagih sistem struktur aturan.
Memang tampaknya terkendali, justru itulah indikator kemanjaannya. Tidak mampu melepaskan yang tidak terkendali, jadi kerap menagih janji. Padahal bisa jadi itu bukan janji.
Soal daya tahan adalah soal bertahan. Pada satu yang dijanjikan, menyelaraskan katanya dengan nyatanya. Fokus pada satu untuk mendapatkan semuanya. Karena berdaya.
Bukankah ketidak berdayaan seringkali tampak dari keseringan improvisasi. Mengambil semuanya karena tak berdaya mengunci satu sendi. Tampil baik di hal spesifik, ternyata berantakan di yang general.
Mandiri berarti meninggalkan kemanjaan dan ketidak berdayaan itu. Meninggalkan berarti sudah pernah ada di masing-masing itu. Menuju ke tengah, seperti tertulis di paragraf pertama.
Pertanyaan besarnya bukan pada bagaimana. Bukan juga pada apa. Pertanyaan besarnya ada pada kapan. Sepuluh tahun lagi? Satu tahun lagi? Akhir minggu ini? Ini katanya atau nyatanya?
Kapan? Sudah tiga kali tiga kali putaran lah ini.
Kapan beranjak dari manja ke mandiri, tanpa kelebihan masuk area tak berdaya?
Kapan beranjak dari tidak berdaya ke mandiri, tanpa kelewatan masuk area manja?
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES513 Saksang Kapau, Kairos!
Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat
Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

AES511 Ākāra
Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…
