AtomicEssay

AES254 Biasa, Si …

leoamuristpenulis arsip2

We are what we repeatedly do. Excellence, then, is not an act, but a habit. Katanya begitu. Nyatanya? Begini. Sama? Sama!

Berarti benar lah demikian adanya. Benar dan ada. Kebenaran, yang ada ya ada, yang tidak ada ya tidak ada.

Jadi ya atau tidak? Ya atau tidak, keduanya ada. Dan yang ada lah yang benar. Berarti ketidak adaan itu benar?

Benar sedemikian adanya ketidak adaan itu. Seperti adanya ketidak adaannya disiplin. Benar demikian.

Seperti ketidak adaannya respek. Benar demikian, karena yang ada dan tampak, tidak ada respeknya.

Seperti ketidak adaannya keberanian. Demikian lah adanya, ketidak beranian untuk menjadi rentan. Begitu benar.

Keberanian untuk menjadi rentan melahirkan daya tahan. Bukan daya tolak. Daya tolak hadir dari kebiasaan.

Kebiasaan lama yang diulang terus menerus di tempat baru. Dengan kemasan baru. Tetap saja usang.

Sibuk dengan banyak hal baru. Sebaru apapun sebanyak apapun, itu kan kebiasaan lama yang menolak saat ini.

Kaku pada sistem yang begitu menjamin dan dapat diandalkan. Sehandal apapun, itu ketakutan lama.

Ketidak mampuan menjadi rentan melahirkan daya tolak. Kebiasaan lama yang berulang, menolak realita di sini.

Masih diulang-ulang, sampai akhirnya diri diidentifikasi sebagai pengulangan itu. Biasa, si X ya emang begitu.

Biasa, si Y kan begini. Biasa, si Z. Sampai pada frasa ini, ketidak terdugaan pun sudah diduga.

Seperti kumbang yang melekat pada keset, sambil menarik daun. Sudah dapat diduga, kemana itu akan bergerak.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES513 Saksang Kapau, Kairos!

Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

leoamurist00
AtomicEssay

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat

Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

leoamurist00
AtomicEssay

AES511 Ākāra

Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…

leoamurist41