AES256 Genap

Bukan berarti berhenti. Bukan berarti selesai. Malahan sebaliknya. Genap tidak pernah berhenti. Genap tidak pernah selesai. Genap saja. Saling menggenapi tepatnya.
Seperti berjalan, kiri kanan kiri kanan kiri kanan. Bergantian saling menggenapi. Kalau berhenti, tidak ada lagi perjalanan. Kalau selesai, tidak ada lagi penggenapan.
Dua kutub, empat sudut pandang, enam pilihan. Hanya bisa satu ruang di satu waktu untuk satu kegenapan. Saling mengisi itu keniscayaan. Yang penting, tidak ketagihan.
Seperti ketagihan mengisi setiap melihat kekosongan. Ini konyol, karena untuk apa mengisi ruang waktu yang kosong!? Bukankah kekosongan sudah penuh mengisi ruang waktu itu!
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 514 Apa Yang Perlu Saya Lakukan?
Adalah pertanyaan yang lagi sering saya dengarkan berseliweran di udara, ini dapat jadi salah satu indikator ketakutan . Takut salah, misalnya. Bahkan dengan kemampuan sebesar apapun dan keterampilan semahir apapun, akan batal oleh ketakutan berbuat salah ini. Mirisnya, salah yang terjadi pun bisa…

AES513 Saksang Kapau, Kairos!
Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat
Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

