AtomicEssay

AES256 Genap

leoamuristpenulis arsip2

Bukan berarti berhenti. Bukan berarti selesai. Malahan sebaliknya. Genap tidak pernah berhenti. Genap tidak pernah selesai. Genap saja. Saling menggenapi tepatnya.

Seperti berjalan, kiri kanan kiri kanan kiri kanan. Bergantian saling menggenapi. Kalau berhenti, tidak ada lagi perjalanan. Kalau selesai, tidak ada lagi penggenapan.

Dua kutub, empat sudut pandang, enam pilihan. Hanya bisa satu ruang di satu waktu untuk satu kegenapan. Saling mengisi itu keniscayaan. Yang penting, tidak ketagihan.

Seperti ketagihan mengisi setiap melihat kekosongan. Ini konyol, karena untuk apa mengisi ruang waktu yang kosong!? Bukankah kekosongan sudah penuh mengisi ruang waktu itu!

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES513 Saksang Kapau, Kairos!

Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

leoamurist00
AtomicEssay

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat

Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

leoamurist00
AtomicEssay

AES511 Ākāra

Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…

leoamurist41