AES26 Puisi: Senja dan Syukur

Senja dan Syukur
Sore ini, aku menutup hari dengan rasa syukur
Meski lelahku mungkin bagi yang lain hanyalah gugur
Mungkin sabarku, bagi mereka, adalah seutas harapan
Yang tumbuh diam-diam di antara kepenatan
Kulepas pandang pada ikan-ikan kecilku yang riang
Masih berenang tenang di beningnya kolam lapang
Mereka tak tahu apa-apa, tapi cukup membuatku senang
Bisa berbagi, walau hanya remah yang lebih kecil dari butir karang
Ada rasa damai saat kutaburkan serpih makanan
Ada harap agar mereka tumbuh dalam kehangatan
Karena merawat makhluk kecil pun adalah cinta
Yang tak bersuara, namun bermakna
Belakangan ini, aku mencoba banyak hal dengan pelan
Meyakini bahwa keberanian adalah awal dari jawaban
Kalaupun tak semua berujung pada keberhasilan
Aku tetap bangga, karena telah melawan keraguan
Hari-hari baru datang bersama wajah-wajah asing
Orang-orang yang hadir, seperti potongan gambar yang mesti kucocokkan dalam bingkai seimbang
Satu demi satu, kupahami bentuk dan warnanya
Menyelami karakter yang tersembunyi di balik katanya
Ternyata hidup memang teka-teki yang memintaku bersabar
Membaca makna, bahkan dari hal-hal yang samar
Namun aku belajar, bahwa selalu ada terang di sela gelap
Selalu ada kebaikan yang setia mengikuti jejak
Dan hari ini, kututup dengan tenang di bawah langit yang temaram
Bersama syukur, harap, dan semangat yang tak pernah padam
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES27 Puisi: Tuhan Maha Baik ya
Tuhan maha baik, ya...Kali ini menyapa ciptaan-Nya lewat hujan yang turun menjelang senjaGemercik air berdenting lembut di atap dan dedaunanMenyatu dengan bisikan angin yang pelan-pelan memeluk kelelahan Aroma tanah basah menguarmenyelinap di antara detak jantung yang nyaris menyerahmengendap di re…
Asa00AES25 Universitas Kehidupan: Belajar dari Seorang Ibu
Ada universitas yang tidak tercatat di ijazah, tak tertulis dalam transkrip nilai, dan tak diresmikan dengan toga dilabeli seseorang dengan nama Universitas Kehidupan. Hari ini, aku duduk bersandar pada sore yang sederhana, berbincang dengan seorang perempuan yang kini akrab kupanggil Ibu. Ia bukan…
Asa10
AES24 Seporsi Soto Bandung dan Sejuta Makna dalam Setiap Suapan
Sore ini, di bawah gerimis yang jatuh perlahan, seporsi Soto Bandung hadir di hadapan kami. Tidak hanya menawarkan kehangatan bagi tubuh, tetapi juga membuka pintu-pintu percakapan yang jauh lebih luas dari yang pernah kuduga. Segalanya datang begitu tiba-tiba, tanpa aba-aba, namun penuh makna. Obr…
Asa20