AES265 Kemenyadaran (2)

Menyadari kesadaran adalah suatu tindakan aktif. Kalau hanya berkesadaran saja, betapa pasif dan tidak sadarnya kita. Akan kesadaran yang menggerakan kita. Pasif kan, digerakan kesadaran itu. Semacam, kebiasaan. Kebiasaan yang tidak disadari.
Kalau aktif memang masih tetap melakukan kebiasaan, bedanya menyadari kebiasaan dan sekaligus menyadari melaksanakan kebiasaan itu sendiri. Menjadi aktif karena mampu mengendalikan kapan dipergunakan dan kapan tidak mempergunakan.
Kegunaan yang tidak dapat dikendalikan kegunaannya, tidak berguna. Kalau itu berhasil berarti itu wajar, kalau itu gagal berarti itu maklum. Seperti berkata-kata. Guna dari kata yang begitu besarnya, kalau hanya dipergunakan berdasarkan kebiasaan hanyalah berbuah celetukan.
Sehebat apapun celetukan itu, hanyalah kebiasaan. Terbiasa berkata indah, adalah kata-kata indah tanpa keindahan. Melampaui kebiasaan perlu melalui pengetahuan, tersesat dalam kesok tahuan, menemukan pengalaman, menerima kesadaran. Kemenyadaran hanyalah soal setengah detik dari persepsi ke aksi.
Katanya, otak membutuhkan waktu setengah detik untuk merespon lingkungan. Kemenyadaran hanyalah soal merasakan setengah detik itu saja. Jeda di antara yang perseptual dengan yang sensasional. Bedanya yang menyadari kesadaran dengan yang tidak apa?
Yang menyadari kesadaran sudah tidak perlu menjelaskan kesadarannya. Memang, beda tipis dengan yang tidak mampu menjelaskan kesadarannya. Di sini lah asiknya, karena hanya yang kemenyadarannya nyala dapat mengidentifikasi yang kemenyadarannya menyala juga. Kalau sudah begini, bedanya sangat besar.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES513 Saksang Kapau, Kairos!
Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat
Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

AES511 Ākāra
Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…
