AES267 Nyangkul

Seperti kalau kita ingin memperbaiki bunga, kita olah tanah tempat tanaman ini tumbuh. Seperti kalau kita ingin memperbaiki buah, kita sehatkan tanah tempat pohon ini berkembang.
Seperti kalau kita hendak menanamkan sesuatu, kita menggemburkan tanah dengan cangkul. Atau bajak, versi besar dari cangkul. Cangkul besar. Bukan dengan linggis, bukan juga dengan linggis besar.
Kita hendak menanamkan kedalaman, menanam tumbuhan yang akarnya mendalam sehingga puncaknya meninggi. Bunganya berkembang baik. Buahnya pun menjadi kebaikan bagi semua di sekitarnya.
Kita hendak menanamkan kedalaman dengan keluasan, seperti menggemburkan tanah. Bukan menusuk dalam ke tanah dengan linggis. Dengan cangkul, tanah yang terolah seluas area dibutuhkan. Dengan linggis, tidak.
Nyangkul adalah metoda paling tepat untuk mengolah ladang. Kedalaman akar hadir dengan luasnya tanah olahan. Kedalaman yang diolah dengan kedalaman hanya menjadi keterjebakan. Asik di satu sudut, abai di keseluruhan luasan ladang.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES513 Saksang Kapau, Kairos!
Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat
Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

AES511 Ākāra
Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…
