AtomicEssay

AES270 Menengahi

leoamuristpenulis arsip2

Absurd lah menengahi kalau tidak ada yang yang di kutub-kutub. Perlu ada posisi di kedua kutub berlawanan baru bisa menengahi. Kalau tidak demikian, kata menengahi hanyalah repetisi dari istilah yang entah mengapa begitu lekat dan terngiang di telinganya.

Bisa jadi, dulu dirinya berada di salah satu kutub dan ada yang lain di kutub berlawanan. Sehingga ada pihak yang menengahi kedua pihak yang mengisi kutub berlawanan. Secara tidak sadar, merasakan pentingnya peran penengah dalam menengahi. Terngiang selalu deh.

Menengahi membutuhkan dua kutub berlawanan yang terisi oleh peran, pihak satu dengan pihak satunya lagi. Kalau menengahi dilaksanakan dengan meniadakan keberadaan salah satu kutub atau bahkan keduanya, itu bukan menengahi melainkan menewasi. Tidak ada yang diketengahkan, yang ada malah ditewaskan.

Tewasnya peran kedua kutub berlawanan itu, membuat peran penengah hanyalah sosok delusif bias fungsi. Logikanya, tidak ada yang di kutub, tidak ada yang diketengahkan, tidak ada yang ditengahi, tidak ada yang menengahi, tidak ada lah si penengah ini. Kalaupun ada yang mengaku penengah, mungkin ia tukang bubur.

Karena, kerjaannya halusinasi. Halusin nasi. Ngehalusin nasi. Bukan menengahi dua sisi. Hanya menghalusi nasi. Makanya, menengahi selalu dimulai dengan mengakui adanya dua kutub berlawanan. Dilanjutkan dengan membiarkan kedua kutub itu diisi peran. Barulah fungsi menengahi dapat digenapi peran penengah ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES513 Saksang Kapau, Kairos!

Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

leoamurist00
AtomicEssay

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat

Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

leoamurist00
AtomicEssay

AES511 Ākāra

Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…

leoamurist41