AtomicEssay

AES285 Terpengaruh

leoamuristpenulis arsip2

Seringkali kita mengeluhkan teman yang terpengaruh orang lain, dengan melupakan bahwa selama ini kita tidak membantu menjaganya dari pengaruh-pengaruh itu. Lha, ketika sudah terpengaruh kita baru mengeluh. Kemana saja kemarin itu?!

Apakah karena merasa sudah tahu, merasa sudah memegang, merasa sudah biasa, jadinya meremehkan dan mengabaikan hal kecil yang penting. Seperti ketepatan waktu, seperti inisiatif saling membantu, seperti menawarkan diri alih-alih meminta dimengerti.

Memang, kesombongan terbesar manusia adalah keinginan untuk dipahami. Kata filsuf siapa ini, lupa lagi. Jadinya, ketika kita terlalu terbiasa dan merasa biasa dengan situasi eksisting. Kepekaan kita turunkan, respek kita turunkan, sehingga integritas kita hilang.

Teman kita jadi kehilangan kehadiran kita, sehingga ia melihat kehadiran lain yang lebih baru. Lebih masuk akal. Lebih membantu. Lebih integral. Lalu karena merasa terbuang, kita mengeluh teman kita terpengaruh?! Aduh... ini seperti menegur guntur ketika awan luntur.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES513 Saksang Kapau, Kairos!

Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

leoamurist00
AtomicEssay

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat

Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

leoamurist00
AtomicEssay

AES511 Ākāra

Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…

leoamurist41