AtomicEssay

AES294 Dua Ember Tanah & Empat Ember Air

leoamuristpenulis arsip2

Benih yang disebarkan terjatuh di tanah basah. Tidak seperti rawa yang menggenang, tidak juga seperti lumpur yang melekat. Di antara keduanya itu. Kalau dimodelkan, seperti dua ember tanah dan empat ember air yang digabungkan. Lalu diobok-obok, airnya diobok-obok, ada ikannya kecil-kecil pada mabok (lha... malah jadi lagu anak jaman 90an).

Benih tumbuh dan berkembang menjadi pohon, yang mantap di atas tanah basah yang rentan. Laku yang diperlukan adalah mengakar, seiring waktu semakin meluas dan semakin mendalam. Menemui berbagai keluasan dan kedalaman, menemukan keluasan dan kedalaman tertentu yang paling pas nutrisinya.

Benih menjadi pohon dalam lingkungan itu dan pohon itu sendiri menjadi lingkungan itu. Keberadaannya memberikan guna sekaligus menerima guna, seperti menjadi yang adalah menjadikan dan dijadikan. Simultan dan saling, sekaligus dan sekalian. Demikianlah kebijaksanaan dua ember tanah dan empat ember air.

Sedemikian, sehingga jalan yang perlu dilakukan adalah memberi dengan cara mengambil. Seperti pohon, mengambil apa yang diperlukan dalam rangka memantapkan dirinya. Kemudian memberikan diri, menjadi ruang yang menguatkan dan memantapkan benih-benih sepertinya yang terjatuh di tanah basah ini.

Dua ember tanah dan empat ember air adalah harta yang diambilnya, diolahnya, dipergunakannya. Dikendalikannya, untuk menumbuhkan semua yang berada dalam batas hartanya. Rumput yang perlu secangkir air dan segelas tanah. Bunga yang perlu dua cangkir tanah dan segelas air. Rambatan, umbian, jalaran, dan seterusnya tanpa jadi keterusan.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES513 Saksang Kapau, Kairos!

Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

leoamurist00
AtomicEssay

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat

Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

leoamurist00
AtomicEssay

AES511 Ākāra

Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…

leoamurist41