AES302 PeTe PeTe

Hidup adalah udunan, demikian tulisan di tembok bawah jembatan layang pasupati. Beberapa tahun lalu, gak tau apakah sekarang masih ada. Udunan juga seringkali diucapkan dengan istilah pete-pete.
Dengan ilmu cocoklogi cocok lagi, lagi cocok aja. P(pe) pertama adalah Peka. Dengan kepekaan diri sekaligus kepekaan lingungan yang menyala secara simultan, menemukan minat kesukaan diri.
P(pe) kedua adalah pandai. Minat tanpa kecerdasan hanyalah peniruan. Kesukaan tanpa ketekunan hanyalah alasan. Pandai kan soal menyalanya kecerdasan dan ketekunan, yang kalau sudah sampai tingkat intuitif jadinya pintar.
Bisa jadi, itu kali ya sejarahnya muncul sebutan orang pintar. Cerdas sekaligus tekun yang menyala simultan hingga tingkat intuisi. Tanpa minum yang tolak-tolakan, orang pintar langsung tahu apa yang perlu dilakukan.
Okelah balik lagi, ke T(te) yang pertama adalah terampil. Sudah peka, sudah pandai, enggak terampil. Yhaaa... Overthingking deh. EH, over-thought-ing. Gak ada itu yang namanya overthink, yang ada underthink.
Karena thinking ability rendah, thoughts jadi gak kecerna. Menumpuk deh kayak debu di gudang ratusan tahun gak dibersihkan. Lalu kenapa yang terkenal si overtingking? Mungkin karena pengucapan overtoting kurang enak.
Demikianlah diperlukan T(te) yang kedua, adalah terbatas. Bebas adalah soal menentukan batas. Kalau gak dibatasi komitmen dan konsekuen secara konsisten, katanya akan beda dengan nyatanya. Lalu terjebak pengulangan.
Dimana-mana, gak kemana-mana. Ngapa-ngapain, gak jadi apa-apa. Makanya perlu pembatasan. Segini, di sini, sampai sini, begini, untuk saat ini. Ini sebesar apa? Sebesar kemampuan pete-pete masing-masing lah. ^^
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES513 Saksang Kapau, Kairos!
Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat
Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

AES511 Ākāra
Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…
