AES306 Kalau Minta Diomongkan di Depan

Kalau minta diomongkan di depan, yang meminta itu perlu menyetel model mentalnya ke mendengar bukan berbicara. Katanya begitu.
Jadi saat ada yang menyampaikan sesuatu ke depan kita, sesuai permintaan kita, sikap kita menerima, bukan membela. Maksudnya begini.
Memang tipis bedanya, semacam yang menerima lebih kepada membuka diri untuk mencoba pendekatan berbeda dan baru.
Sedangkan yang membela lebih ke memaksakan kebaikan dari pendekatan lama dan usang yang dilakukannya.
Lha, kebaikan kalau dipaksakan bukannya jadi tidak baik ya¿¡
Membedakan sikap ini pun bisa dari melihat dan merasakan perilaku saat sedang menghadapi yang ngomong di depan, sesuai permintaannya.
Perilaku dominan dan menimpali perkataan sambil memotong di jeda napas, ini jelas sikap membela.
Perilaku menunggu selesai perkataan sambil membuka pilihan dan mengukur kesanggupan, ini sikap menerima.
Walaupun, seringkali yang dominan yang nantinya kelihatan. Sedangkan yang menunggu, jadi tambah nunggu.
Nunggu apa? Nunggu saat pembelaan sudah tidak berlaku dan realita meminta kebaruan. Yang usang, dibuang.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES513 Saksang Kapau, Kairos!
Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat
Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

AES511 Ākāra
Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…
