AES32 Olah Rasa Olah Gerak

Tak disengaja menemukan tulisan refleksiku usai mengikuti kegiatan Lokalatih Disada tanggal 2-3 Januari 2023. Saat itu Disada berkolaborasi dengan Bude Ratna yang mengajak kita semua (kakak-kakak) menikmati irama, gerak tubuh, dan memaknai cara kita membaca diri lewat gerak.
Olah Rasa Olah Gerak - Januari 2023
Sebagaimana semesta yang selalu memiliki kejutan. Dalam satu hari, tentu banyak hal yang dialami kita sebagai makhluk hidup dan alam sekitar. Alam semesta memilki berbagai jenis makhluk hidup, benda maupun bentang alam yang selalu menakjubkan. Salah satunya bunga. Bunga merupakan lambang keindahan. Banyak sekali jenis bunga yang ada di bumi ini. Hal yang pasti, keindahan bunga tergantung pada mata yang melihat dan merasakan kehadirannya. Ada yang melihat keindahannya dari bentuk kelopak, warna, pola, tekstur, atau bahkan wanginya. Tidak semua bunga indah dan wangi. Ya, memang benar. Bunga memang ada juga yang tidak harum atau tangkainya yang tajam membuat kita terluka. Tidak perlu memaksakan berkata, ‘Semua bunga itu indah dan harum!’ atau ‘Bunga itu cantik tapi menyakitkan!’ karena setiap orang pasti punya kesan dan makna tersendiri tentang bunga. Kita tidak bisa mengatakan bunga itu harum pada orang yang alergi terhadapnya. Jangankan untuk menghidu wanginya, mendekat saja tentu tidak mau. Percayalah, bahwa hal yang sama juga pasti memiliki perbedaan. Sama halnya seperti manusia. Kita sama-sama manusia, sama-sama Kakak Smipa yang terntu memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Kehadiran kita diantara jutaan manusia lain juga sama, bisa melengkapi atau bahkan berbenturan. Bagaimana kita bisa menyelaraskan dan hidup harmonis itu lebih penting dibanding terus mencari-cari persamaan atau perbedaan.
Energi yang diberikan setiap elemen di alam semesta ini juga saling melengkapi. Rasanya tidak akan pernah sama dan pasti selalu bermakna sekecil apapun pemunculannya. Begitu pula dengan kegiatan yang dilakukan selama dua hari ini. Energi yang dibawa masing-masing bersinergi menjadi energi yang kuat namun tidak saling mengikat atau menekan. Jika diibaratkan seperti langit. Persepsi-persepsi diri sebelum memulai awalnya kaku, sulit, khawatir, dan sebagainya diibaratkan langit gelap. Langit gelap itu seperti menutupi gerak dan langkah diri. Lama kelamaan, bukan hanya memudar. Langit itu berubah menjadi cerah bahkan memberikan warna terang sebagaimana langit senja yang begitu indahnya. Semua kekhawatiran hilang satu persatu dan melebur menjadi bahasa tubuh dalam mengikuti alunan musik. Irama yang tak pernah sama, membuat diri kita perlu menyesuaikan dan lebih memperhatikan agar harmonis. Seperti halnya gelombang di ombak pantai. Mulai dari gelombang besar yang datang dari tengah laut dan menepi menjadi gelombang kecil yang siap menyapa para penduduk di pinggir pantai. Gelombang yang besar dianggap menakutkan dan membahayakan. Gelombang kecil menenangkan dan menyenangkan. Namun, apakah bisa ada gelombang besar tanpa gelombang kecil atau sebaliknya? Rasanya kita semua memiliki perannya masing-masing. Tak semuanya harus menjadi besar. Tak semua yang kecil itu juga tidak berarti. Upaya untuk menyeimbangkan antara hal besar-kecil, cepat-lambat, terukur-terasa, melangkah-berhenti, memberi-menerima, menjadi langkah baik untuk semakin mengenali diri dan sekitar. 😊
Sedikit kilas balik kemeriahan Rampai Gerak Smipa 2023 paska Lokalatih bersama Bude Ratna ❤️✨






Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES31 Terima Kasih
"Festivalnya ada di Semi Palar..Dengan keluarga, rayakan buku bersama..Festivalnya ada di Semi Palar..Dengan teman-teman, bermain bersama-sama.."Diawali sebuah penampilan dari teman-teman SD1-4 yang menyanyikan lagu Festival Literasi, untuk membuka Pekan Festival Literasi TP22. Tembok biru menjadi…

AES30 Memahami Diri
Mengapa rasa khawatir muncul ketika kita mulai menentukan pilihan atau hendak bertindak? Overthinking bila yang kita lakukan tidak sesuai dengan keinginan atau harapan orang lain. Apa sih perasaan yang sebenarnya hadir di saat itu? Takut salah? Takut mencoba? Takut tidak sesuai ekspektasi? Takut or…

AES29 Sama-sama Melihat
Malam ini saat bersiap tidur, anakku yang berumur 22 bulan menunjuk ke dinding sambil berkata, "dingding” yang artinya cicak di dinding.Aku coba melihat ke arah yang sama, tapi tidak menemukan apa-apa. Sampai akhirnya aku menyadari ada seekor cicak kecil di dekat jendela.Mungkin bukan karena matany…
