AES31 Terima Kasih

"Festivalnya ada di Semi Palar..
Dengan keluarga, rayakan buku bersama..
Festivalnya ada di Semi Palar..
Dengan teman-teman, bermain bersama-sama.."
Diawali sebuah penampilan dari teman-teman SD1-4 yang menyanyikan lagu Festival Literasi, untuk membuka Pekan Festival Literasi TP22. Tembok biru menjadi saksi kehangatan dan kebersamaan keluarga besar Smipa yang hadir menyaksikan.
Selama sepekan, Semi Palar sangat ramai dan meriah. Ada banyak kegiatan seru yang bisa dilakukan. Kegiatan seru bermandala, menulis AES, mengenal diri lewat Human Design bersama Bu Lei dan Kak Sizi, workshop menulis kreatif bersama Asep Ardian, sesi berbagi tentang membangun budaya Literasi di keluarga bersama Litara, rekaman lagu daerah, pojok dongeng, dan tentunya yg selalu dinantikan adalah Situ Bucang dan Bursa Buku. Sebagai penutupnya adalah pagelaran dari Semesta Tari. Sungguh haru dan berkesan.








Ada perasaan lega, bahagia, haru, dan juga lelah yang masih tersisa setelah bergulirnya pekan Festival Literasi yang kita lalui bersama.
Terima kasih sudah menghadirkan waktu, tenaga, pikiran, dan hati untuk festival ini. Terima kasih untuk setiap ide yang tumbuh, setiap tangan yang bekerja, setiap percakapan yang menghidupkan, dan setiap hal kecil yang mungkin tidak terlihat, tetapi membuat semuanya menjadi mungkin.
Mungkin festival ini tidak berjalan sempurna. Ada hal-hal yang melampaui harapan, ada yang mungkin belum sempat terwujud dengan baik. Namun, rasanya justru di situlah kita belajar. Bahwa sebuah proses bukan hanya tentang hasil akhirnya, melainkan belajar dari prosesnya.
Semoga semangat Literasi di Smipa tidak berhenti ketika kegiatan ini selesai. Semoga ia tetap hidup dalam percakapan yang kita lanjutkan, buku-buku yang kita buka, pertanyaan-pertanyaan yang kita rawat, serta keberanian untuk melihat dunia dari sudut pandang yang berbeda.
Sebab literasi bukan sekadar tentang membaca kata-kata, tetapi juga tentang belajar membaca kehidupan. Membaca diri sendiri, memahami orang lain, merawat rasa ingin tahu, dan tetap membuka hati terhadap hal-hal yang belum kita pahami.
Karena di Smipa, kita tidak pernah selesai belajar. Kita hanya sedang melanjutkan perjalanan, dengan cara dan pemahaman yang terus bertumbuh. Justru setelah ini, ada begitu banyak cerita dan pembelajaran baru yang akan dimulai. ✨
Dan untuk kita semua, semoga setelah proses panjang ini, kita juga bisa memberi ruang untuk beristirahat, menikmati rasa lega, dan mengapresiasi diri sendiri. Kita sudah sampai sejauh ini, dan itu patut untuk disyukuri.
Terima kasih Kakak-kakak dan Bapak Ibu semua yang sudah menjadi bagian dari perjalanan Festival Literasi tahun ini. Terima kasih untuk hati, waktu, dan energi yang sudah diberikan. Mari kita tutup Festival Literasi Smipa dengan rasa syukur, membawa pulang kenangan baik, pelajaran berharga, dan hati yang gembira.
Sampai bertemu di keseruan Festlit berikutnya. 🫶
Ada di Kompilasi:
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES30 Memahami Diri
Mengapa rasa khawatir muncul ketika kita mulai menentukan pilihan atau hendak bertindak? Overthinking bila yang kita lakukan tidak sesuai dengan keinginan atau harapan orang lain. Apa sih perasaan yang sebenarnya hadir di saat itu? Takut salah? Takut mencoba? Takut tidak sesuai ekspektasi? Takut or…

AES29 Sama-sama Melihat
Malam ini saat bersiap tidur, anakku yang berumur 22 bulan menunjuk ke dinding sambil berkata, "dingding” yang artinya cicak di dinding.Aku coba melihat ke arah yang sama, tapi tidak menemukan apa-apa. Sampai akhirnya aku menyadari ada seekor cicak kecil di dekat jendela.Mungkin bukan karena matany…

AES28 Andai..
Seandainya waktu bisa diulang, mungkin kita akan kembali ke percakapan yang ingin kita ubah, keputusan yang ingin kita tarik kembali, atau seseorang yang ingin kita peluk sedikit lebih lama.Kita sering berkata,“Kalau saja waktu itu aku tahu…”“Kalau saja aku memilih yang lain…”Tapi waktu tidak perna…



