AES311 Perbantahan

Perbantahan bukan perlawanan. Menghadapi pembantah jelas berbeda dengan menghadapi pelawan. Perlawanan itu menyegarkan sedangkan perbantahan itu menyesakan. Melawan bersifat konvergen sedangkan membantah divergen.
Seperti masuk ke dalam labirin lah meladeni pembantah dalam perbantahan. Seperti menemukan ujung lorong lah meladeni pelawan dalam perlawanan. Yang susah adalah menghadapi pembantah dalam perlawanan, alot.
Padahal menghadapi pelawan dalam perbantahan malahan menyegarkan, alus. Yang membantah berputar-putar dalam kontradiksi tak tersadari. Yang melawan memutar temu luruskan dalam paradoks penuh kesadaran.
Estetika dari pembantah adalah tuntutan melalui kesempitan pikiran, berjejal-jejalan pemikiran. Estetika dari pelawan adalah dugaan melalui keluasan pikiran, bersusun-susun pemikiran. Disipilin perlawanan dan perbantahan, jauh berbeda.
Perlawanan ada penawaran. Perbantahan ada permintaan. Sesuai hukum pasar, penawaran lebih besar dari permintaan membuat harga turun. Permintaan lebih besar daripada penawaran membuat harga naik. Bayarannya adalah waktu.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES513 Saksang Kapau, Kairos!
Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat
Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

AES511 Ākāra
Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…
