AtomicEssay

AES312 Jutaan

leoamuristpenulis arsip2

Sebenarnya, semua alasan tujuan penjelasan pemaknaan dan rencana tindak lanjut itu tidak praktikal. Buktinya, selalu kembali kepada perlindungan kebiasaan dan kemapanan. Seperti, meminta instruksi dan menuntut pengulangan.

Karena dengan adanya instruksi, bisa lepas tangan tanpa jatuh terjerembab. Karena dengan mengulangi yang terdahulu, bebas dari risiko jadi pendahulu. Soalnya, jatuh terjerembab adalah risiko jadi pendahulu.

Lalu mengapa mengagungkan inovasi dan kebebasan kalau masih ketergantungan instruksi dan pengulangan? Bisa jadi karena tidak memilikinya. Bukankah kita memuji agungkan dan mengingin tuntutkan hal yang tidak ada pada kita.

Seperti ponsel dua belas jutaan, begitu jadi idaman ketika tidak memilikinya. Seketika jadi beban, ketika sudah memilikinya. Makanya butuh perlindungan dari instruksi yang bertindak sebagai asuransi dan repetisi yang dijadikan isolasi.

Kalau yang dua belas jutaan sudah jadi beban, bukannya jadi tanggung jawab. Apalagi yang dua puluh jutaan. Belum lagi  yang tiga puluh jutaan. Yah, tidak perlu sampai situ dahulu. Awalannya, bisa mulai dari naik sejuta dulu saja dari yang terdahulu.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES513 Saksang Kapau, Kairos!

Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

leoamurist00
AtomicEssay

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat

Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

leoamurist00
AtomicEssay

AES511 Ākāra

Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…

leoamurist41