AES317 Lumpur

Yang mengendalikan air adalah tanah, katanya. Sungai adalah contohnya, yang membelok-belokan aliran air adalah tanah di sampingnya. Bahkan yang mewadahi lautan juga tanah di sekelilingnya.
Kalau ternyata airnya jauh lebih banyak jadi tanah, jadi lumpur. Yang berkuasa di lumpur ini, tanahnya atau airnya ya? Masa’ berbagi kekuasaan? Kalaupun berbagi kekuasaan, sepertinya tidak akan pernah bisa sama menguasai.
Karena kalau sama, tidak ada lagi air dan tidak ada lagi tanah. Sama-sama air, atau sama-sama tanah. Persoalannya, ini adalah lumpur. Ada tanahnya, ada airnya. Padat seperti tanahnya terasa, lepas seperti airnya terasa.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES513 Saksang Kapau, Kairos!
Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat
Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

AES511 Ākāra
Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…
