AES321 Martabak

Selesai lebih cepat, berpindah lebih tepat. Melihat cuaca dari terik mulai menghangat, segera beranjak sebelum hujan lewat. Berputar sesuai jalur malah jadi keanehan, di tengah kebanyakan pelanggar yang memotong jalur lurus. Biarkan lah yang terjadi menjadi, karena martabak adalah misi sore ini.
Berhenti tak kunjung jadi, belum ada kios yang siap melayani. Sampai akhirnya di simpang pertempuran para pelanggar saling memotong jalur, terkilas pandang loyang yang sedang digoyang di atas bara api. Pemanasan, sepertinya baru buka pintu depan. Menepi dan bertanya lah tindak lanjutnya.
Benar saja, baru buka layanan dan masih perlu menunggu loyang panas sepuluh menit ke depan. Bukan persoalan, menunggu pelanggar kebanyakan memotong arus lurus untuk memutar saja sudah terbiasa sabar. Apalagi ini, yang hanya sabar agar loyang panas mengubah adonan tepung menjadi makanan.
Pesanan sudah matang, bungkus dan bawa jalan. Sore hari dari sisi barat melanjutkan perjalanan ke sisi timur, dengan martabak dalam bungkusan. Panas merambat di badan, memang tidak sepanas rambatan panas di betis dari mesin dan knalpot. Begitu pun, yang paling panas adalah kepala, melihat keabaian dan kebebalan para pembantah di jalanan.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES513 Saksang Kapau, Kairos!
Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat
Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

AES511 Ākāra
Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…
