AES322 Nambahin Satu Lagi
Nambahin satu lagi. Waduh rasanya seperti waktu terhenti untuk jangka waktu yang tidak tertentu. Satu tambahan biasanya membuat sepuluh kebingungan. Tanpa ada kejelasan henti kapan. Setiap hampir berhenti, selalu ada yang nambahin satu lagi.
Bukan kekayaan lah yang seperti ini, justru kemiskinan. Penambahan satu lagi ini biasanya berdasarkan kebelum mengertian yang sok mengerti. Bukan karena gengsi, malahan karena posisi. Terlanjur terletakan di posisi yang perlu jadi paling tahu.
Kalau tidak tahu, yang merasa lebih tahu yang akan menambahkan satu lagi itu. Nambahin satu lagi ini bisa jadi adalah cara agar tidak ada menambahkan satu lagi dari yang lain. Lebih baik tambahan dari sini daripada dari sana, semacam kompetisi menjadi yang lebih menderita.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES513 Saksang Kapau, Kairos!
Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat
Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

AES511 Ākāra
Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…
