AES323 Yang Sudah Itu Belum
Yang sudah tahu itu belum menguasai, makanya seringkali terjebak kebiasaannya. Yang sudah pernah itu belum memenuhi, makanya seringkali terjebak keseharusnyaan. Paling mudah memang terperosok biasanya dan harusnya. Lalu yang lebih mudah dari yang paling mudah itu tadi adalah, tidak bisa gini harus gitu.
Persoalannya adalah di sini sekarang saat ini adalah begini. Kalau memaksakan begitu di sini sekarang saat ini, jelas membuat ketidak nyamanan meningkat. Rasanya seperti sedang berusaha memahami, dipotong repetisi. Seperti sedang berusaha memenuhi, dipatahkan regulasi.
Repetisi dan regulasi ini pun bukan hasil penguasaan, karena baru mengetahui saja. Bukan juga hasil pemenuhan, karena hanya pernah mengalaminya saja. Tidak ada penguasaan yang mengaktualisasikan dengan situasi kekinian. Tidak ada kepenuhan yang menyesuaikan kondisi kesekarangan.
Memang paling mudah merapal tuntutan repetisi dan regulasi yang bergabung menjadi tradisi, kemudian bergaung menjadi tra da isi. Kosong yang begitu memenuhi. Kekosongan yang penuh sesak itu berupaya menguasai, dengan mantra harus dan tidak mau tahu. Yang dulu harus terjadi sekarang, yang di situ harus ada di sini.
Bagaimana? Tidak mau tahu bagaimana, harus terjadi saja. Memang, yang sudah itu belum. Sudah pernah, belum paham. Sudah tahu, belum menguasai. Sudah lama, belum diperbarui. Sudah menyerah, belum mau berserah. Sudah lewat, belum mau melepaskan. Sudah melihat, belum menemukan.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES513 Saksang Kapau, Kairos!
Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat
Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

AES511 Ākāra
Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…
