AES334 Sabda Bulubulugembira

Tidak perlu banyak-banyak kalau yang sedikit saja cukup. Tidak bisa sedikit-sedikit kalau banyak saja masih kurang. Kecukupan itu misteri memang. Makanya, gausah nambah yang sudah banyak dan gausah nahan yang masih sedikit.
Seperti bergagasan. Yang menggagas biasanya yang sedikit gagasan. Yang banyak gagasan malah tidak menggagas. Semacam, yang dikatakan kan yang belum selesai di pemikiran. Yang dilakukan pun yang belum usai di pemahaman.
Kalau sudah mengerti dan memahami, biasanya diam. Untuk apa berkata kalau keberadaan saja sudah berguna. Untuk apa melakukan kalau kemengadaan saja sudah berdharma. Guna dan Dharma. Budhi dan Bhakti. Artha dan Karma.
Dimana hartamu berada di situ lah hatimu berada. Katanya. Ya memang juga sih, karena bukan soal menempatkan rasa yang pertama. Malahan menempatkan raga. Bagaimana merasa kalau belum meraga.
Kita perlu menghayati juga, bukan sekadar mengkhayali saja. Tidak ada cara selain dengan yang begini, alih-alih menghasrati yang begitu melulu. Karena kita ada di sini, walaupun mata mengarah ke situ.
Malas. Jelas. Enggan. Tentu. Tidak mampu. Tidak mau. Ah, tidak mampu itu. Beda, ini tidak mau. Halah, tidak pernah ada yang namanya kemauan. Hanya ada yang namanya kemampuan. Dan kemampuan mula-mula adalah mampu untuk mau.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 514 Apa Yang Perlu Saya Lakukan?
Adalah pertanyaan yang lagi sering saya dengarkan berseliweran di udara, ini dapat jadi salah satu indikator ketakutan . Takut salah, misalnya. Bahkan dengan kemampuan sebesar apapun dan keterampilan semahir apapun, akan batal oleh ketakutan berbuat salah ini. Mirisnya, salah yang terjadi pun bisa…

AES513 Saksang Kapau, Kairos!
Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat
Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

