AES345 Pintar?

Kau tahu, kenapa mereka semua itu semakin pintar dan kenapa yang pintar semakin banyak? Karena akses kepada informasi semakin berkembang kah, karena informasi yang juga semakin berkembang kah, karena kapasitas otak yang juga berkembang kah? Bukan! Bukan! Bukan!
Informasi yang ada memang telah ada dan selalu ada demikian adanya. Akses yang ada memang telah ada dan selalu ada demikian adanya. Bahkan kapasitas otak yang ada memang telah ada dan selalu ada demikian adanya. Mereka semakin pintar karena semakin lemah dan yang lemah semakin banyak.
Kepintaran hanyalah efek samping dari kemampuan badan yang tidak tergunakan secara optimal. Naik ke kepala, imaji dan imajinasi, jadilah teori, konsepsi, rasionalisasi, dan kata kata pintar. Simbol-simbol pintar, kode-kode pintar, dan segala kepintaran yang menghasilkan perangkat pendukung lemahnya badan.
Tidak perlu kepintaran olah data kategori matematik dst kemudian menciptakan mekanikal struktural sampai kecerdasan buatan menjadi truk amfibi atau helikopter pengangkat beban, kalau dengan badan sendiri mampu memindahkan gunung dari sini ke sana karena sinar matahari terhalangi.
Kecerdasan organik yang lemah meningkatkan kepintaran untuk membuat kecerdasan artifisial. Semakin lemah badannya semakin pintar kepalanya. Badan yang lemah bukan soal ukuran dan kemampuan mengangkat beban dengan ukuran linear. Pernah dengar kan soal bukan kekuatannya melainkan kemampuan mengendalikannya, yang penting.
Kalau badan mampu mengangkat beban satu ton, sedangkan dirinya tidak mampu menggunakan kekuatan itu. Percuma! Jadinya kepalanya semakin pintar untuk membuat alasan, justifikasi, pembelaan, bahkan sampai merancang perangkat keras dan lunak menciptakan robot. Hanya untuk memindahkan satu ton mobil yang menghalangi pintu depan rumah ini.
Itu lemah. Badan yang begitu itu lemah. Makanya, jadi pintar. Pintar berbahasa bahasa bahasi. Jadi yang kuat itu seperti apa? Yang mampu menggunakan kekuatan itu seperti apa? Hmm… Seperti, menggulingkan mobil seberat satu ton yang menghalangi pintu depan itu sehingga akses jalan terbuka. Dan, semua orang yang melihatnya menyetujui apa yang dilakukan ini. Tidak ada protes.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES513 Saksang Kapau, Kairos!
Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat
Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

AES511 Ākāra
Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…
