AES347 Bersuara

Bersuara dengan sadar, bukan sekadar. Bersuara dengan mengajak, bukan mengajar. Bersuara dengan penawaran, bukan dengan permintaan. Bersuara yang bagaimana ya itu, bukan kenapa sih gitu.
Suara gaung memotong yang belum selesai bersuara, menimpalinya dengan suara sehingga gusar rasanya. Suara gema menyambung suara yang barusan selesai, langsung sambung tanpa jeda yang seringkali bikin jadi mengulang.
Sumber suara justru yang tenang dan cenderung diam, karena sudah selesai dan tuntas bersuara. Hanya mendengarkan saja bagimana gema dan gaung suaranya, yang sudah lama selesai diucapkan namun baru mulai terdengar sekarang.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 514 Apa Yang Perlu Saya Lakukan?
Adalah pertanyaan yang lagi sering saya dengarkan berseliweran di udara, ini dapat jadi salah satu indikator ketakutan . Takut salah, misalnya. Bahkan dengan kemampuan sebesar apapun dan keterampilan semahir apapun, akan batal oleh ketakutan berbuat salah ini. Mirisnya, salah yang terjadi pun bisa…

AES513 Saksang Kapau, Kairos!
Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat
Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

