AES359 Mengosongkan Diri

Kalau memang sosok besar itu rasanya kosong, malahan bagus. Kalau sudah besar berisi pula, bukankah jadinya tekanan atau ketergantungan.
Tekanan dan ketergantungan itulah yang sering jadi dugaan dan tuntutan, menuntut dugaan sendiri dinyatakan orang lain. Wah, sesak ini.
Kalau sudah penuh, baiknya mengosongkan diri. Bukan menggelisahkan diri kemudian menggusarkan yang lain, terlalu sesak berujung sesal itu.
Lagipula, Mengosongkan diri bukan dengan membuang isi. Justru dengan menjadikan isi wadah baru yang kosong. Sehingga mampu menampung isi yang baru oleh kekosongan itu.
Kalau ingin pembaruan, letakkanlah gawai dan kebiasaan. Kalau ingin terbarukan, lepaskanlah keseharusnyaan dan tuntutan. Kalau ingin, jadikan duluan.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES513 Saksang Kapau, Kairos!
Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat
Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

AES511 Ākāra
Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…
