AES360 Banyak

Terima/ambil banyak, hilang banyak, masih banyak. Mungkin ini yang secara tidak sadar dilakukan diri sendiri. Seperti perpisahan yang ditutup dengan narasi sudah mendapat banyak, yang menjadi format standar perkataan. Ah ini membosankan.
Apakah kalau sudah mendapat banyak kemudian buntu, jalan keluarnya adalah keluar? Pergi meninggalkan kebuntuan, dengan pandangan bahwa jalan buntu karena tempatnya begitu-begitu saja. Abai pada perspektif seberangnya;
Yang melihat bahwa tempat yang baik memang perlu begitu-begitu saja, agar yang menempatinya yang berkembang. Kalau tempatnya yang berkembang, yang menempatinya yang begitu-begitu saja. Jadi memang perlu milih tempat dong?
Enggak, kan bukan isi yang memilih ruangnya. Justru ruang lah yang memilih isinya, bukan orang yang memilih tempatnya justru tempat yang memilih orangnya. Berdasarkan kebuntuan orang yang akan menempati/mengisinya.
Coba ingat apa narasi yang dikatakan dahulu, ketika meninggalkan tempat lama sebelum masuk ke tempat sekarang ini. Apakah karena telah banyak mendapatkan maka pergi? Ataukah karena telah banyak memberi, setelah itu baru pergi?
Tidak perlu yang dibuktikan, yang dikatakan saja. Kalau yang dikatakan sudah banyak mendapatkan, terlepas dari basa-basi atau asli, maka ruang yang memanggil kemudian adalah ruang yang berkembang dan isinya stagnan.
Kalau yang dikatakan sudah banyak memberikan, maka ruang yang memanggil kemudian adalah ruang yang stagnan dan isinya/orangnya yang berkembang. Memang perlu banyak-banyak menerima, kemudian membiarkan hilang banyak;
Karena jadi banyak yang kelihatan, mana yang seperti orang kebanyakan, mana yang kebanyakan seperti orang. Mana yang membuntukan dirinya sendiri, mana yang membuntukan tempatnya sendiri. The way we do one thing is the way we do everything.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES513 Saksang Kapau, Kairos!
Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat
Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

AES511 Ākāra
Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…
