AES366 Mampu

Menjadi pengampu perlu menjadi yang mampu. Yang mampu, memindahkan referensi ke sini dan visi ke saat ini. Dengan daya imajinasi mengimplementasi imaji, bukan merealisasikan justru adalah realita itu sendiri. Maksudnya, dengan kehadiran sosoknya saja persoalan terpecahkan tanpa perlu menjadi permasalahan.
Yang tidak mampu, biasanya lari mundur kepada referensi. Mengejar realisasasi repetisi dari tradisi yang sudah pasti, re-pet-isi tra-da-isi. Tidak mampu menjadi masa kini, kurang besar menjadi sekarang jadinya mundur ke yang dulu. Tidak mampu membuat yang baru, jadinya mencari yang pasti-pasti.
Tidak mampu menjadi masa kini, kurang kuat menjadi sekarang jadinya maju ke masa depan. Tidak mampu membuat kenyataan, jadinya memuja fantasi dari bait-bait puisi sebagai satu-satunya jalan. Menjadi pengampu perlu menjadi yang mampu. Men-jadi saat ini, tanpa lari ke referensi dan tanpa kabur ke fantasi.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES513 Saksang Kapau, Kairos!
Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat
Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

AES511 Ākāra
Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…
