AES368 Microperfection

Sempurna itu tidak melulu, kalau selalu malah jadinya cacat. Sempurna itu pada momen yang paling tepat. Makanya, bukan soal teknik yang sempurna. Justru soal waktu yang sempurna.
Seperti melemparkan bola basket. Kita diajari bentuk sempurna sejak dari memegang bola. Badan miring, kaki maju sedikit, sudut 20-30°, badan lurus, jari melecut, dll dst.
Kemudian saat mengaplikasikannya malah gagal karena merasa kikuk lah badan ini. Lalu untuk apa belajar sempurna di semua momen? Jelasnya untuk menentukan momen paling tepat.
Paling tepat? Paling tepat untuk jadi sempurna. Semacam lompat aja dulu bagaimanapun posisi badan, nanti ada beberapa mikro detik untuk mengunci posisi badan sempurna itu.
Kikuk hilang. Penguasaan datang. Bola melengkung masuk jaring dengan indah. Indah yang sempurna atau indah yang gak sempurna, tetap indah. Jadi, percuma belajar sempurna penuh?
Justru sebaliknya, penting untuk belajar sempurna penuh. Agar dalam realisasinya, ada kekuasaan untuk menentukan momen sempurna mana yang dinyatakan. Total perfection untuk micro perfection.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 514 Apa Yang Perlu Saya Lakukan?
Adalah pertanyaan yang lagi sering saya dengarkan berseliweran di udara, ini dapat jadi salah satu indikator ketakutan . Takut salah, misalnya. Bahkan dengan kemampuan sebesar apapun dan keterampilan semahir apapun, akan batal oleh ketakutan berbuat salah ini. Mirisnya, salah yang terjadi pun bisa…

AES513 Saksang Kapau, Kairos!
Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat
Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

