AES370 KeSasaran

Terlalu fokus kepada sasaran, terlalu sibuk dengan sasaran. Jadinya kesasar kan. Tidak melulu semua perlu sasaran, yang musti ada kan tujuan. Seperti hendak mendaki gunung, tujuannya adalah puncak dan sasarannya adalah pos pemberhentian. Kalau mampu sekali melangkah sampai, tidak perlu berhenti-berhenti.
Fokus di kalau mampu, bukan di berhenti-berhenti dengan alasan agar bersama-sama. Begitulah kesasaran itu terjadi, dari alasan-alasan mengenai sasaran-sasaran. Yang pendukung malah jadi utama, yang utama malah jadi terabaikan. Seperti pesan dalam pembicaraan, kita terlalu sibuk memenuhi yang tujuh persen. Abai kalau sepenuh apapun, hanya 7%.
Kata-kata hanya memvalidasi 7% kesungguhan, karena yang 38%nya adalah intonasi. Sisa 55% ada pada bahasa tubuh, gestur mimik postur gerak arah tatapan dst dll. Tidak perlu diamati melulu dengan visual, terasa koq sebenarnya. Seperti pernyataan "demi pengalaman berharga yang sesuai dengan nilai luhur" sambil menekuk badan bersuara kecil tatapan ragu.
Demi sasaran, mengulas mengupas kata per kata. Menganalisis mengantitesis kemudian menyintesis, jadi satu aturan. Lupa pada tujuan, sibuk dengan sasaran. Lupa pada visi, sibuk dengan misi. Aturan yang selalu dibawa kemana-mana dan selalu dipakai untuk apa-apa itu, paling besar relevansinya hanya 7%. Kalau dipaksakan, wajar jadinya sibuk justifikasi ke sasaran.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 514 Apa Yang Perlu Saya Lakukan?
Adalah pertanyaan yang lagi sering saya dengarkan berseliweran di udara, ini dapat jadi salah satu indikator ketakutan . Takut salah, misalnya. Bahkan dengan kemampuan sebesar apapun dan keterampilan semahir apapun, akan batal oleh ketakutan berbuat salah ini. Mirisnya, salah yang terjadi pun bisa…

AES513 Saksang Kapau, Kairos!
Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat
Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

