AtomicEssay

AES375 Bubur

leoamuristpenulis arsip2

Seringkali terlalu sibuk mengukur kapasitas sampai melupakan spesifisitas. Kemudian menjujung kolaborasi, yang malah menampilkan ketidak mampuan diri merealisasi imaji. Maksudnya, seringkali terlalu besar keinginan tidak diimbangi besar daya tahan menghadapi kenyataan.

Inginnya sih punya teman seklub yang kapasitasnya besar, kenyataannya menemukan yang spesifitasnya tinggi. Tidak mampu merangkai spesifisitas, malah menarik diri tenggelam dalam ilusi kapasitas. Sibuk dengan mantra harusnya harusnya dan koq gitu sih koq gini sih.

Biar tidak terjebak halusinasi yang malah menghasilkan bubur (halusin nasi), biar tidak tenggelam dalam delusi yang menyalahkan orang lain melulu (deuh lu sih). Mendingan (seperti kaum mendang mending yang sangat jago hitungan) menambah kapabilitas diri, daripada mengukur kapasitas orang lain.

Bisa dengan turun tangan mengerjakan hal sederhana merapikan area kerja, sehingga bisa melihat spesifisitas masing-masing dan menemukan potensi saling melengkapi. Juga dengan turun tangan menyiapkan area yang mendukung realisasi spesifitasi tadi, sehingga bisa mengakselerasi progress realisasi dari abstrak ke konkrit.

Alih-alih sibuk terjebak di kepala yang tidak melengkapi apa-apa dan tidak mencapai apa-apa, selain berkata-kata yang paling mentok diberi nada. Di saat yang lain menari malah sibuk menyanyi dalam hati, kan bubur banget yak (halusiNasi). Apalagi kalau liriknya memberi instruksi, wah.. ini indikasi delusi.

Perlu segera diobati dengan angkat kaki, pull up biar energi ngalir dari kepala ke jantung kemudian ke tangan. Eh, dengan kayang juga bisa sih. Yang penting pas melakukannya gak sambil makan bubur, repot juga kalau keluar dari hidung.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES513 Saksang Kapau, Kairos!

Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

leoamurist00
AtomicEssay

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat

Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

leoamurist00
AtomicEssay

AES511 Ākāra

Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…

leoamurist41