AES377 Bukan Biji Dahulu

Sekarang, kalau ada pertanyaan mana duluan ayam atau telur saya akan menjawab ayam duluan. Seperti jawaban dari pertanyaan duluan mana biji atau pohon, jawabannya adalah pohon. Alasannya, mengenai nama saja. Kita kan menamai sesuatu yang kita konsumsi.
Konsumsi dalam arti luas, seperti pengetahuan pun kita konsumsi kan. Makanya kita kasih nama, kalau tidak terkonsumsi biasanya tidak kita namai. Kembali ke telur dan ayam, duluan ayam karena setelah dikonsumsi dan dinamai kemudian kita kembang biakkan. Jadilah telur ayam.
Kalau ayam tidak duluan, yang ada hanya telur. Entah telur apa. Seperti biji alpukat, yang lebih dahulu ya pohon alpukatnya. Kalau tidak ada pohon duluan, itu hanya biji. Saja. Entah biji apa. Demikianlah lebih dahulu pohon daripada biji. Eits, kalau gitu yang benar-benar paling duluan buahnya dong?
Ya itulah, alasan pernyataan awal soal kita kan menamai sesuatu yang kita konsumsi dalam lingkup luas. Buah alpukat kita konsumsi, ternyata kita ternutrisi dan tidak mati keracunan. Kemudian kita menamai buah itu, mencari pohonnya, kemudian mengkapitalisasi mengidustrialisasi mendomestifikasi men- apalah itu istilahnya.
Jadi teringat kata pepatah, pohon dikenal karena buahnya. Jadi ingin bikin kata patah-patah, biji dikenal karena pohonnya. Telur dikenal karena hewannya. Telur ayam kah, telur komodo kah, telur bebek kah, telur naga kah, telur kuda kah. Eh, kuda gak ber..telur. Kuda kan ber..lari.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES513 Saksang Kapau, Kairos!
Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat
Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

AES511 Ākāra
Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…
