AES381 Kekuasaan (2)
Kesadaran kedua adalah bahwa situasi selalu akan tumbuh baik dan terbangun sebelum akhirnya tersendat dan runtuh. Bukan menyumpahi apalagi menyampahi, ini hanya membuka telinga untuk melihat dan menutup mata untuk menilai. Coba rasakan aromanya, bukankah sangat alamiah yang namanya pertumbuhan itu dimulai dari kelahiran dan diakhiri kematian. Malahan itulah perkembangan, sekali berarti setelah itu mati. Yang abadi itu namanya artifisial, yang seharusnya itu namanya superfisial, dan keinginan untuk mengabadikan dampak dengan berkeras pada keseharusnyaan itu namanya wajar. Tidak pernah ada yang namanya kemauan, hanya ada yang namanya kemampuan.
Demikianlah dasar kemenyadaran tahapan ini, yaitu menetapkan area keterikatan. Terlibat berarti terikat, bebas adalah perihal menentukan batasan, bukan soal alternatif konsekuensi malahan adalah soal alternatif konsekuensi. Semampu apa menanggung konsekuensi apa, itulah batas dari kebebasan saya. Saya bebas maka saya menang, bisa jadi itu maksud dari arahan untuk selalu memilih pertempuran yang hampir pasti selalu dimenangkan. Gol utama dari perang adalah hasil yang bertahan selama mungkin, maka pertempuran yang terjadi perlu dimenangkan semuanya dengan mutlak. Yaitu tanpa perlu bertempur, karena kekuasaan yang jelas dan penguasaan yang tegas sudah menghentikan langkah lawan sejak dalam pikirannya.
Perangkat terbaik adalah penentuan wujud mutlak yang terasa niscaya, baik oleh diri saya sendiri juga oleh orang lain bahkan yang baru mendengarnya pertama kali. Wujud pendukung-pendukung yang niscaya ada, wujud pemenuhan-pemenuhan yang niscaya terjadi, wujud pencapaian-pencapaian niscaya terlampaui, dan wujud-wujud pergerakan yang niscaya terkenali karena pemicu-pemicu yang terkendali. Buyarnya batas antara fakta, realita, dan wacana oleh pendalaman kekuasaan dan perluasan penguasaan, menciptakan keniscayaan pada tataran perasaan. Melampaui pertanyaan kapan, yang faktanya belum ada realitanya sudah ada dan wacana menjadi tidak pernah ada. Bukan sekadar mengkhayali, ini menghayati!
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 514 Apa Yang Perlu Saya Lakukan?
Adalah pertanyaan yang lagi sering saya dengarkan berseliweran di udara, ini dapat jadi salah satu indikator ketakutan . Takut salah, misalnya. Bahkan dengan kemampuan sebesar apapun dan keterampilan semahir apapun, akan batal oleh ketakutan berbuat salah ini. Mirisnya, salah yang terjadi pun bisa…

AES513 Saksang Kapau, Kairos!
Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat
Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

