AtomicEssay

AES382 Kekuasaan (3)

leoamuristpenulis arsip2

Instrumen yang memastikan kehampir pastian ini agar menjadi sesuatu yang relatif absolut ini adalah instrumen-instrumen yang beragam dalam satu kesatuan. Dengan kesadaran bahwa jalan termudah untuk keluar dari keterjebakan seringkali dan hampir selalu adalah jalan cepat untuk masuk kembali kepada keterjebakan, evolusi adalah kunci dan anak kuncinya adalah instrumen. Percuma menemukan kunci tanpa anak kunci yang membukanya, hanya jadi pemuja gerbang depan yang menceritakan isi ruangan tanpa pernah menapakan kaki di dalamnya. Bukan pada celoteh kuncinya adalah kesadaran, malahan pada membuka kunci kesadaran dengan kebiasaan baru yang menyadarkan. Dengan bantuan instrumen yang tepat.

Yang tepat adalah yang cepat, karena realita sekarang ada di sini di saat ini. Terlalu sibuk dengan fakta hanya melahirkan wacana, terlalu sibuk dengan yang sudah ada hanya melompat kepada yang akan ada. Yang keduanya tidak benar-benar ada, hanya fenomena dalam kepala yang diulang-ulang lidah tanpa kreasi dari tangan untuk dibagikan. Karena yang bergandengan adalah tangan dan bukan lidah, percuma kalau hanya bahas fakta dan balas wacana tanpa instrumentasi merespon realita. Kesadaran yang perlu diaktifkan di tahap ini adalah bahwa sebab dan akibat, tindakan dan dampak, aksi dan reaksi, tidak berhubungan secara langsung dan dekat. Tidak langsung, makanya tidak guna berlambat-lambat agar selamat.

Malahan celaka lah berlambat-lambat asal selamat itu, karena yang ada jelas ada dan yang tidak ada jelas tidak ada. Demi sekarang, kesekarangan, dan sesekarang-sekarangnya. Nanti itu tidak ada. Nanti nanti jadi mati, ntar ntar malah terlantar. Yang tepat adalah yang cepat, haus sekarang ya minum sekarang, kebelet sekarang buang air sekarang. Karena tidak berhubungan secara langsung, bangunlah keterhubungan yang saling tergantung itu secepat-cepatnya sekarang. Waktu yang paling tepat adalah sekarang kan. Hambatan terbesar hanyalah alasan untuk menolak kemajuan dan perkembangan, karena yang menakutkan bukanlah mendapatkan hal baru malahan kehilangan hal lama yang sudah jadi kebiasaan familiar berulang.

Padahal, hal baru yang enggan didapatkan dengan beragam alasan dan pembenaran adalah kesadaran bahwa tidak selamanya kemajuan dan perkembangan itu berjalan. Keduanya hanya satu langkah dari banyak langkah dari perjalanan, bahwa langkah selanjutnya adalah kemunduran dan penyusutan. Langkah selanjutnya dari pergerakan adalah pendiaman, dari peningkatan ke penurunan, dari tenang ke gelisah. Langkah lanjutnya lagi adalah dari gelisah ke tenang, dari turun ke naik, dari diam ke gerak. Hey! Setakut itukah pada gerak sehingga mematikannya dengan kemapanan?! Pemuja sistem lupa pada struktur, pemuja konten lupa pada konteks, padahal lebih penting wadah daripada isi. Wajar, yasudahlah, baiklah.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES513 Saksang Kapau, Kairos!

Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

leoamurist00
AtomicEssay

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat

Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

leoamurist00
AtomicEssay

AES511 Ākāra

Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…

leoamurist41