AtomicEssay

AES385 Waktu: Harusnya... (ih)

leoamuristpenulis arsip2

Waktu adalah blablabla, ruang adalah blublublu, ruang waktu adalah blebleble. Katanya. Biasanya. Harusnya.

Kalau kita bilang waktu adalah ruang, sekaligus ruang adalah waktu. Apakah:

Kita masih melihat kuantitas dari durasi, dengan membilang bahwa yang hebat yang bisa mencapai sesuatu dengan lebih singkat? Seperti komentar di bawah kesadaran kita, "Keren ya, bisa menyelesaikan bacaan seribu halaman dalam waktu dua hari saja." "Keren ya, bisa membuatnya dalam waktu sehari saja."

Kalau kita sebut waktu adalah ruang, sekaligus ruang adalah waktu. Apakah:

Kita masih melihat kualitas dari sisi titik ukur, dengan menyebut kalau yang baik adalah yang ada pada titik tertentu ketika kita ada di titik tertentu itu juga? Seperti celetukan di bawah kesadaran kita, "Bagus, datang tepat waktu sesuai aturan." "Bagus, pulang di waktu yang tepat sesuai aturan."

Kalau kita sebut waktu adalah ruang, sekaligus ruang adalah waktu. Apakah:

Kita bisa lepas dari keseharusnyaan waktu: waktu yang seharusnya? Yang membuat kita berhenti melihat kehadiran orang lain dari angka di jam tangan, jam dinding, jam digital. Yang membuat kita berhenti melihat keberadaan orang lain dari hitung-hitungan tarikan garis masa lalu yang diulang ke masa depan.

Perlu dicoba: tidak lagi memberi waktu, yang menuntut pemenuhan di angka yang tepat.
Perlu dicoba: mulai memberi ruang, yang menerima kepenuhan dengan kepantasan dan kelayakannya.

Lagipula, bukankah waktu itu soal kepantasan (sesuai) dan kelayakan (wajar). Bukannya soal angka 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 dan kombinasinya. Iya bukan? (sambil lihat jam tangan )

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES513 Saksang Kapau, Kairos!

Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

leoamurist00
AtomicEssay

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat

Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

leoamurist00
AtomicEssay

AES511 Ākāra

Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…

leoamurist41