AtomicEssay

AES392 Cerminan

leoamuristpenulis arsip2

Bercermin untuk melihat diri sendiri, dengan kesadaran bahwa yang di dalam cermin itu bukanlah diri sendiri. Itu adalah cerminan yang ini. Buktinya, kanan dan kiri yang berbeda kalau kita bergerak. Hanya bercermin ini penting, untuk menyadari diri sendiri dari yang bukan diri sendiri.

Sejelas-jelasnya cermin, tentu tidak mengungkapkan diri sendiri sebenar-benarnya. Coba pegang sesuatu lalu menghadap cermin, sembunyikan dari pantulan cermin dengan menempatkannya di punggung. Tiada yang tahu kalau yg di sini menggenggam pena, yang di sana memegang kertas.

Persoalannya adalah, apakah yang di sana yang di dalam cermin itu adalah cerminan yang di sini. Atau, yang di sini lah yang malahan adalah cerminan yang di sana di dalam cermin itu. Bisa jadi, diri ini lah yang di dalam cermin dan diri yang di sana yang sedang bercermin.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES513 Saksang Kapau, Kairos!

Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

leoamurist00
AtomicEssay

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat

Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

leoamurist00
AtomicEssay

AES511 Ākāra

Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…

leoamurist41