AtomicEssay

AES394 Alpukat

leoamuristpenulis arsip2

Beberapa hari lalu, saya diberitahu oleh Kak Robert kalau CoOp menjual alpukat. Buahnya besar-besar, asik untuk teman minum kopi, katanya. Jelas saya tertarik dan langsung meluncur ke lokasi. Yah ternyata terlambat, buah yang besar sudah keduluan terbeli orang lain. Saya cek saja buah yang tersisa yang relatif lebih kecil, ternyata buahnya sudah tua dan tinggal menunggu matang. Walaupun tidak besar ukurannya, saya tetap beli dua kilogram dapat enam buah. Eh, ukuran masing-masing buah ini pas porsinya kalau dicampur espresso. Mantap!

Esok harinya, beberapa orangtua siswa smipa juga berminat untuk membeli. Juga, bertanya-tanya soal buah alpukat dari pohon yang ada di kebun kecil smipa di area belakang ini. Di sini saya terlintas pemikiran, bahwa sebenarnya suatu benda yang bisa menjadi produk dagangan bisa juga menjadi gerbang pembuka akses. Seperti buah alpukat smipa ini, selama ini hanya dapat dinikmati oleh beberapa orang saja karena sistemnya bagi-bagi free. Yang sering berjumpa-sapa mendapat buahnya, yang jarang ya mendapat ceritanya saja.

Dengan dijualnya buah ini di CoOp, semua orang bisa mendapatkan buahnya bahkan sekaligus mendapatkan ceritanya juga. Selalu ada pertukaran, jelas! Sebagai barang dagangan, pertukarannya uang. Dari sebelumnya yang pertukarannnya adalah kualitas perbincangan antar kenalan. Lebih jauh lagi, malahan dengan pertukaran uang ini meningkatkan frekuensi perbincangan antar kenalan plus mendapatkan kenalan baru. Yang secara potensial meningkatkan kualitas pengenalan, frekuensi obrolan bertambah dan jumlah yang ngobrol juga bertambah kan. Karena se-buah alpukat.

Kalau dahulu, tarifnya adalah kedekatan eksklusif . Kalau sekarang tarifnya adalah nominal uang, yang membuka akses kepada kedekatan potensial inklusif. Ada transformasi dari eksklusivitas kepada inklusivitas. Kedekatan terdahulu yang berdasarkan automatic, biasanya akan berputar dalam lingkaran itu-itu saja. Sekarang dengan kehadiran akomodasi CoOp, lingkaran relasi menjadi autonomous dan berpotensi meluas. Jelas tidak nyaman awalnya, namanya juga berkembang selalu ada halaman lama yang tergantikan babak baru. Tantangannya memang pada menciptakan sesuatu yang baru, karena situasi pun sudah jadi baru.

Selintas juga terbayang buku Robert Kiyosaki yang Rich Dad Poor Dad, kalau katanya miskin dan kaya itu hanyalah soal mindset. Cara berpikir usang yang eksklusif, membuat kita miskin karena hanya bergantung pada satu hal dan satu gerakan yang itu-itu saja. Sedangkan realitanya, perkembangan terjadi di mana-mana dan kita perlu beradaptasi. Salah satu caranya dengan berpikir inklusif, yang membuat kita kaya karena punya beberapa lingkaran baru. Community is commodity.

Oh ya, Kak Robert yang memberitahu saya soal alpukat ini adalah kakak Smipa. Bukan Kak Robert Kiyosaki yang penulis buku lawas barusan. Memang, nama Robert itu biasanya seringkali menginspirasi ya. Seperti buku yang sedang saya baca sekarang, Behave by Robert Sapolsky. Tuh, kan

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES513 Saksang Kapau, Kairos!

Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

leoamurist00
AtomicEssay

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat

Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

leoamurist00
AtomicEssay

AES511 Ākāra

Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…

leoamurist41