AES396 Per Se Psi

Cerita yang dilebih-kurangkan dari Bale Ajar KPB kemarin siang. Bagaimana caranya membahas persepsi tanpa terjebak persepsi? Bisa dengan membatasi dengan dalih menyamakan persepsi. Bisa juga dengan menyelaminya dengan dalih menyadari persepsi.
Dipilihlah cara yang kedua, para peserta kelas diberikan 64 pertanyaan yang perlu dijawab dalam dua sesi masing-masing berdurasi 40 menit. Sesi pertama, mulai! Para siswa pun bekerja sambil berisik. Biarkan, biar menyelam.
Ada yang saling tanya sudah sampai mana, ada yang sibuk bertanya siapa yang bikin soalnya. Ada yang bengong saja, ada yang meminta instruksi cara mengerjakan. Berbeda tingkahnya, satu komentarnya “udah mau habis waktunya!”
Jeda sebentar, sepuluh menit peregangan. Lanjut sesi kedua dengan arahan, setiap siswa duduk hadap tembok. Kalau perlu, senderkan saja jidat itu di dinding. Menempel seperti tokek. Para siswa pun bekerja dalam keheningan.
Ada yang serius awalnya, akhirnya tengkurap sudah. Ada yang senderkan keningnya, lama lama mukanya juga. Ada yang bersila, lalu berlutut, kemudian berduduk. Tetap, hadap tembok. Berbeda tingkahnya, satu komentarnya “kapan selesai waktunya?”
Berganti perspektif, berganti pula persepsi. Pada detikan jam dinding yang sama, dalam durasi empat puluh menit yang sama. Suasana dan rasa berbeda, lebih produktif yang sesi hadap dinding. Bisa jadi, kalau kita merasa 24jam dalam sehari itu kurang maka bekerjalah dengan menempelkan muka ke tembok.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES513 Saksang Kapau, Kairos!
Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat
Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

AES511 Ākāra
Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…
