AtomicEssay

AES399 Bukan Gambaran Besar

leoamuristpenulis arsip2

Melainkan, gambaran menyeluruh. Kelintas di sore tadi di bawah teduhan atap teras CoOp. Menunggu hujan reda karena malas pakai mantel hujan. Walaupun akhirnya tetap dipakai juga karena hujan masih belum reda dan waktu sudah menunjukkan pukul enam.

Lalu, apakah penungguan tadi percuma dan penantian hujan reda itu sia-sia? Hmm… kebanyakan orang kebanyakan akan bilang tidak ada yang sia-sia dan tidak ada yang percuma, semua ada maksudnya coba lihat gambaran besarnya.

Wah, perkataan tanggapan yang bijaksana. Walaupun tidak bijaksini, karena bentuknya perkataan bukan pernyataan. Lantas yang bijaksini seperti apa? Banyak sih, salah satunya dengan mengganti frasa gambaran besar dengan frasa gambaran menyeluruh.

Rasanya gambaran besar itu seperti melihat gelas kopi di lantai, kemudian mundur menjauh jadi latar suasana dan keadaan dimana gelas kopi tadi terletak pun turut terlihat. Hanya, tetap saja sisi gelas kopi yang dilihat adalah sisi itu yang sama juga.

Sedangkan gambaran menyeluruh itu seperti mengelilingi gelas kopi, sehingga mendapatkan penglihatan akan berbagai sisi dari sebentuk utuh gelas kopi itu. Sekelihatannya saja, kan selalu ada sisi yang gak kelihatan dan perlu pakai mikroskop. Ah, keliing-keliling nyari mikroskop lebih merepotkan daripada kelilingin gelasnya melihat langsung.

Dengan gambaran besar, kita jadi terjebak pengkhayalan dalam merespon kenyataan. Sedangkan dengan gambaran mengeliling, eh menyeluruh maksudnya, kita jadi terjebak penghayatan dalam merespon kenyataan. Yang awal akan menghadirkan solusi seputar keseharusnyaan. Yang akhir akan menghadirkan solusi seputar kesemampunyaan.

Kalau pakai secuil pendekatan Kierkegaard, menggunakan pendekatan gambaran besar akan menyesal. Sedangkan kalau menggunakan pendekatan gambaran menyeluruh, akan menyesal juga. Jadi, tinggal pilih aja penyesalan yang mana yang sanggup ditanggung. Bahkan ketidak menyesalan pun memiliki penyesalannya sendiri semacam, “saya menyesal karena saya tidak merasa menyesal.”

’kan.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES513 Saksang Kapau, Kairos!

Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

leoamurist00
AtomicEssay

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat

Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

leoamurist00
AtomicEssay

AES511 Ākāra

Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…

leoamurist41