AtomicEssay

AES400 PenyelaAmat, “apaan, siapa, gimana?”

leoamuristpenulis arsip2

Seringkali kita merasa diri sebagai penyelamat, padahal di mata orang lain kita malahan adalah penyela amat. Kemudian kita membela diri dengan memberi penjelasan, sambil menyalahkan pandangan orang lain itu. Yang semakin membuktikan kalau kita seorang penyela amat, yang menyela hak berpendapat orang lain terhadap kita.

Sebagai penyelamat, membiarkan opini orang lain terhadap diri kita itu adalah jalan kesel amat-an. Karena kita menyelamatkan dirinya dari tekanan mental akibat ketidak terimaan dirinya akan ketidak mampuan dirinya untuk bertindak, makanya hanya bisa berkomentar saja. Juga menyelamatkan diri kita, dari pemborosan energi memberi penjelasan.

Penyelamat dan penyela amat memang beda tipis, tampaknya. Karena penyelamat perlu jadi penyela di situasi yang amat mendesak, dan si penyela amat ini pun sebenarnya menjadi penyelamat kita dari kebosanan yang baik-baik saja. Kehadiran si penyela amat ini menjadi solusi* kesel amat-an para pribadi yang berkaca padanya; penyadaran untuk tidak menjadi sepertinya.

*larutan (solutio)

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES513 Saksang Kapau, Kairos!

Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

leoamurist00
AtomicEssay

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat

Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

leoamurist00
AtomicEssay

AES511 Ākāra

Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…

leoamurist41