AtomicEssay

AES403 -itas, -isme, -istik

leoamuristpenulis arsip2

Paradigma itu seperti matahari, bagi diriku. Yang bisa jadi berbeda dengan matahari bagi diri lain yang bukan aku. Misalnya matahari bagimu atau matahari bagi dia, matahari bagi mereka bahkan matahari bagi kami pun berbeda. Paradigma itu seperti matahari bagi subjek yang mempersepsikannya bagi dirinya sendiri.

Mental model itu seperti, matahari adalah... Lebih tepatnya, mental model itu adalah usahaku untuk mendefinisikan matahari bagiku. Usahamu untuk mendefinisikan matahari bagimu, usaha mereka untuk mendefinisikan matahari bagi mereka. Bahkan usaha kita untuk mendefinisikan, matahari bagi kita adalah...

Mindset itu seperti bagaimana menjadi matahari. Caraku dengan menyebarkan panas, caramu dengan menyebarkan cahaya, cara mereka dengan menyebarkan suara. Kemudian cara kita, yang walaupun ada aku dan kamu di dalam kita menghasilkan cara yang berbeda, dengan menyebarkan bayangan.

Paradigma itu seperti akhiran -itas. Individualitas, kolektivitas, mataharitas(?).
Mental model itu seperti akhiran -isme. Individualisme, kolektivisme, mataharisme(?).
Mindset itu seperti akhiran -istik. Individualistik, kolektivistik, mataharistik(?).

Setelah paradigma terpersepsi dan mental model terdefinisi, mindset pun tertentukan. Dalam paradigma individualistik, dengan mental model individualisme, bersikap individualistik. Dengan tindakan antara lain, lebih baik bekerja sendiri, fokus pada pencapaian pribadi, bisa juga bertindak menjatuhkan atau mengangkat orang lain demi kepenuhan diri sendiri.

Tindakan-tindakan tersebut kita namakan dengan strategi perilaku, yang berkaitan dengan respon seseorang terhadap realita yang terjadi dan ia di dalamnya. Sadar tidak sadar, ini bisa jadi kebiasaan yang dapat teramati oleh orang lain. Bukankah kita mengenali orang lain dengan menyadari strategi perilakunya.

Seperti teramati, seorang yang selalu cari pengakuan orang lain, atau orang yang sering membantu orang lain, bahkan orang yang sering menilai rendah atau tinggi orang lain. Bisa jadi mindset-nya kolektivistik, dengan mental model kolektivisme, dalam paradigma kolektivitas. Terbentur terbentur terbentuk oleh atmosfer tidak bisa tidak bersama-sama.

Hmmm... gak tahu juga sih, belum sampai ke tahap mendapatkan gambaran lebih utuh soal ini. Makanya, jadi meracau begini. Karena, yang dikatakan itu yang belum selesai di pemikiran dan yang dilakukan itu yang belum selesai di pemahaman. Maka baik lah kalau di sini ada yang belum selesai dengan dirinya, karena kalau sudah selesai ya tidak di sini.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES513 Saksang Kapau, Kairos!

Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

leoamurist00
AtomicEssay

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat

Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

leoamurist00
AtomicEssay

AES511 Ākāra

Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…

leoamurist41